Rabu, 16 Februari 2011

Semarang-Wonosobo

Kamis, 2 Februari 2011.

Perjalanan menuju jatim, berawal dari Wonosobo.hehe.. Agak sedikit ngawur, karena awalnya aku dan dua orang temanku ingin backpack ke beberapa tempat di Malang yang udah kita hunting dulu sebelumnya, dari transport, penginapan, peta dan biaya yang rinci. Awalnya sedikit ragu, karena kita bertiga cewek2. Dan kita gak ada yang ngerti daerah jawa timur. hehe.. modal info dari internet dan peta, kita rasa itu udah cukup. Dan perjalanan ini bakal seru, naik bis ekonomi atau kereta ekonomi.hehe.. Makan murah2 aja, yang penting kita gak kurang minum. Termasuk masalah peninapanpun udah kita catat beberapa option. Namun, alhamdulillah teman sekolahku pengen ikutan juga, cowok bertiga, yang satu lagi, adik dari salah satu temanku. alhasil kita gak jadi ngebis ataupun naik kereta. Biaya terbesar emang di transport.hehe..
Dan berangkatlah kita ke Wonosobo pagi sekitar jam10, ke Sukun dan nanya2 bis yang ke wonosobo. Bis ke Wonosobo sepertinya tidak ada yang patas ac, selain kita emang mau hemat dan niatnya naik ekonomi aja, jadi kita juga gak mencari tau bis yang lain. Tidak lama di Sukun (poolnya bis di daerah Banyumanik, Semarang), kita udah dapat bis aja. Bismillah..berangkatlah kita, duduk manis bertiga, di kursi nomor 3 dari depan.


@ Tiket Bis Rp.16.000

Selama di bis, 2jaman di bis yang gak ber AC ini, begitu banyak penjual dan pengamen. Berbagai macam cara meminta dan berjualan. Sedikit memaksa. Berbagai macam cara untuk mendapatkan duit, ntah itu untuk sekedar bertahan hidup, makan, ataupun sebatang rokok kali ya. wallahu'alam. Karena gak jarang yang minta2 itu mereka masih muda dan memegang sebatang rokok, akupun enggan memberi. Beberapa kali dimintain duit dan disodorkan brg dagangan secara tidak baik, alhasil aku dan dua orang temanku spontan aja pura2 tidur disaat bis berhenti. Karena pada saat bis berhenti, pengamen dan penjual masuk berganti. Lebih baik merem, aman. hehe..

Bis ini juga sempet ngetem lamaaaaa bangeeet, asap rokok dan bau balsem semerbak di dalam bis. Aku dan edo udah siap menutup hidung. Kemudia bis jalan lagi, udara terasa berubah, mulai dingin. Pemandangan kanan kiri indah, hijau. Kita sengat menikmati perjalanan itu, padahal kita gak tau tempat kita turun dimana. Hubungin teman, disuruh turun di pasar kretek. Kita gak ada yang tau pasar itu dimana, masih jauh apa dekat. Alhasil, blg ke stokar bis, ntar turun di pasar kretek, dan stokar bis spontan nanya', "gak tau toh pasar kretek?", kita cuma senyum aja. hehe... daripada kebablasan, hehe.. Style kita juga mahasiswa banget yang pergi jalan..hehe..

Akhirnya stokarpun ngabarin, "ini kretek mbak". Kitapun turun dan ke pos polisi, ngabarin teman kalau kita di pos polisi pasar kretek. Gerimis dan hujan. Tukang ojek di pasar ini cukup berani dan tidak sopan, main senggol dan megang2 aja, tapi yang disenggol dan dipegang bukan kita, ada mbak-mbak di depanku. Sebelum hujan semakin deras, drpd di pasar yang gak jelas gitu, kita memutuskan untuk jalan sedikit menuju mesjid. Berteduh, ke kamar mandi, dan sholat zuhur. Ada mbak-mbak orang daerah situ, lalu aku ajak ngomong, dan ternyata ini belum wonosobo.. aiiiih kita mengira kita akhirnya menginjakkan kaki di wonosbobo, ternyata belum.. Cukup lama, akhirnya kita dijemput. Langsung diajak keliling daerahnya dulu, hutan-hutan, banyak yang memiliki usaha kayu-kayu.


Mendung, gerimis dan bisa dibilang hujan yang awet. Tapi tetap pengen ke dieng. hehe.. nyampe' Dieng, makan dulu. Dieng jauh lebih dingiiin lagi. Airnya bisa membuat tangan terasa beku. hihi.. aku suka' daerah pegunungan, dingin. Telat makan siang, perut keroncongan. Diajak makan nasi goreng ditambah kentang goreng. Harga makanan disitu sepertinya harga untuk tourist. Melihat menunya juga sepertinya juga begitu. Dan emang ada pengunjung lain disitu, ya bule..hehe.. Menunggu pesanan, kita melihat sekitar tempat makan. Semuanya bersarung-sarung, bakar jagung bakar, pop mie. Juga anak-anak kecil berpipi merah spt make' blush on naik sepeda di sekitar situ. Gak kdinginan yaa?? hehe..




Itu salah satu anak kecil yang duduk di teras tempat kita makan. Bisa dilihat pipinya. lucu yaa..hehe.. Kita pengen ke talaga warna, pengen menikmati carica, salah satu minuman dan manisan buat dari wonosobo, cemilan jamur goreng, dan kentang. hehe.. klo soal kuliner, hafal dan cepet..hehe...apalg dingin2. Sayang saat itu hujan, udara semakin dingin. Setelah makan, kita ke mesjid lagi, dan kedinginan lagiiii.. Anak-anak masih aja bermain di sekitar mesjid, naik sepeda.. berpipi merah. hehe.. Hujan sedikit reda, dan temanku ngajak ke kawah. Namun gak lama, hujanpun kembali deras. Nyampe' kawahpun hujan cukup deras. Tapi tetep aja kita sempet mengabadikan gambar disana.hehe



Dingiiin.. bau belerang menusuk. Gak bisa lama, karena keburu maghrib dan juga hujan semakin deras. dari situ, kita lanjuuuutkan perjalanan ke...................................................

*bersambung

kisah prabu wijaya , panggilan baru untuk aino'...hehe...


*Amy~Edo~Aino~Alan~Billy*

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar