Jumat, 02 April 2010

Saudariku Muslimah


Agamamu adalah bentengmu yang amat kokoh,
(untuk) memelihara kesucian, rasa malumu dan kemuliaanmu.


Agamamu memerintahkanmu,

untuk berhijab dan memiliki rasa malu.


Kapan saja engkau meninggalkan perintah ini,

maka engkau akan ditimpa adzab Allah di akhirat,


Sedangkan di dunia,

engkau menjadi mangsa serigala-serigala,
manusia yang ingin mencuri kesucianmu..

agar engkau merasakan kesusahan (kesedihan) sepanjang hidup.


-semoga Allah memberikan hidayah kepada mereka-
telah mendengar seruan
serigala-serigala itu,
tetapi malah bekerja untuk mereka.



~Najwa Az Zahrah~

tulisan seorang sahabat

Kunikmati Nikmat Ini


Terbitnya fajar membuat saya bersemangat mengawali pagi ini dengan ke pasar. Dari semalem udara disini dingin, dari diang hingga sore hari diguyur hujan. Membuat udara malam hari menjadi lebih dingin.Begitu jugsa di pagi harinya.

Udara pagi hari ini lebih dingin dari biasanya. Membuat saya betah di luar, tapi tidak di keramaian pasar. Suasana sekitar kos masih sangat sepi dan tenang. Tidak ada kebisingan seperti disaat aktifitas mahasiswa sudah dimulai. Masih jam setengah enam pagi, masih pada tidur, dan lampu2 kos2an blm pada dimatiin. Atau mungkin masih pada beraktifitas di kamar masing-masing. Yang jelas, saya sangat suka suanan pagi harui, saat terbitnya fajar.

Karena bingung mau masak apa, tapi pengen masak dan kalau laper pengen makan, alhasil saya memutuskan untuk membuat nasi goreng. Nasi goreng oriental, eh bukan. Nasi goreng alah chef Najwa's Queen.hihi.



Saya tidak suka' MSG, apapun jenis dan bentuknya. Biar kurang ada rasa sedap sedikit, buat saya itu lebih baik dari pada harus memasukkan MSG ke racikan makanan saya. Masak sendiri itu jauh lebih sehat dari pada jajan di luar semahal dan sehigienis apapun. Setuju? Harus setuju.

Karena saya suka' jagung, saya menambahkan jagung ke dalam nasi goreng, sosis dan juga karena ada bakso, saya gabungin aja. Kenyang deh bayanginnya. Saya kurang suka' bakso dan daging-dagingan. Lebih suka' tempe, tahu, terong, dan sayur. Itu jauh lebih menggiurkan saya.hehe..

Sebenarnya saya gak bisa masak, lebih tepatnya tidak sering memasak. Lebih tepatnya lagi, saya bisa masak buat diri saya sendiri, blum bisa saya bagi. Tapi kalau masak tentunya bukan buat saya, karena yang masak udah kenyang duluan melihat apa yang dimasak.

Membiasakan diri untuk masak saya rasa gak ada ruginya. Sebagaimana wanita dan kodratnya, memasak bukanlah hal yang asing. Bersih-bersih rumah, nyuci, dan pekerjaan rumah tangga lainnya. Tidak hanya mengandalkan pembantu rumah tangga yang dipekerjakan ibu di rumah. saat hidup jauh dari orang tua, saya rasa itu sebuah kesempatan untuk melatihh diri untuk mandiri, mengontrol keuangan, dan mengambil keputusan sendiri seperti lingkungan dan pergaulan terutama.

Cerita nasi goreng jadi kemana2. Ya masih berkaitan siy, karena tanpa kemandirian dan keinginan, nasi goreng itu tidak akan jadi. Tanpa kemauan pakaian itu hanya akan menumpuk di keranjang pakaian kotor, tanpa niat semua tidak akan bisa kita selesaikan sendiri, dan lagi-lagi harus menyerahkan pekerjaan ini ke orang lain. Lalu tidak ada yang berubah dari diri kita. hiduo sendiri dan hidup dengan orang tua, sama enaknya. Kemandirian dan rasa tanggung jawab kita seharusnya lebih besar di saat kita hidup sendiri, jauh dari orang tua.


Hidup itu nikmat dengan cara masing-masing kita menikmatinya.
Yang berbda hanyalah bagaiman kita menikamti hidup itu.
dan apa yang membuat hidup kita nikmat ..
Saya, kamu dan kalian pasti mempunyai pendapat yang berbeda.

Segala sesuatu akan menjadi lezaaat di saat kita membutuhkannya.
Kalau terbiasa dengan yang lezat lezaat, yang biasa saja menjadi tidak lezat.
Tapi kalau dinikmati saat kita membutuhkannya, apapun itu akan menjadi lezat.

Setelah berbagi nasi goreng karangan saya dengan adik, sekarang saatnya saya menyantap nasi goreng bagian saya. Mungkin hanya lidah saya yang dapat menikmatinya, tapi suatu saat, saya berharap bisa berbagi kelezatan rasa masakan saya, tapi kalau saya sudah memiliki kelinci percobaan untuk mencicip makanan saya, hingga mencapai hasil maksimal.

Seenak-seenaknya makan di luar, tetap enak kalau makan buatan sendiri.
Sesehat-sehat makanan di luar, saya sara tetep lebih sehat masakan kita sendiri.
hehe..alibi alibi pembelaan kepada diri sendiri yang emang benar, dan untuk menjadikan semangat memasak hingga mancapai hasil maksimal.

Ayo mbak-mbak, ibu-ibu saudariku..jangan serahkan tugas-tugas kita pada orang lain. Selain itu sudah tanggung jawab kita, dan juga pembantu rumah tangga termasuk orang lain, bukan anggota keluarga sehingga bukanlah muhrim untu berada tinggal satu atap dengan keluarga kita. (keluarga saya kelak lebih tepatnya..hehe).

Bismillah..saya mau menyantap sarapan..

~Najwa Az zahrah~
Terbitanya fajar, kuberbisik

Untuk Saudariku, Ny. Arif Fauzi

Heart Pictures, Images and Photos

Kutuliskan ini khusus untuk saudariku, sahabat dan adikku, Nindya

Adikku, Nindya Pettrya Iradhayani,
Engkau sekarang telah menjadi seorang istri dari Arif Fauzi.

Barokallaahu laka wa baroka 'alayka wa jama'a bayna kuma fiy khoyr.
Semoga Allah memberkahi pernikahanmu, serta mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan.

Adikku nindya, meski kamu bukan adik kandungku,
tapi ku merasa sangat dekat denganmu..
kurasakan kebahagiaanmu dan canda tawamu..
Saudariku, yang selalu menjadi teman pengantar tidur di malam hari,hehe

Adikku nindya,
Kubisa merasakan betapa bahagianya nindya saat ini.
Juga betapa bahagianya aku yang selalu kamu ajak berbagi,
Dari sebelum menikah hingga sekarang nindya udah menjadi seorang istri.

Begitu cepat rasanya,
Dulukita masih tertawa dan sibuk dengan perencanan masing2, he.
Sekarang nindya sudah melengkapi separuh dari agama.

"Barang siapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh dari agamanya.
Dan hendaklah ia bertanya kepada Allah dalam memelihara yang separuh lagi"
(Hadist Riwayat Thabrani dan Hakim)


Nindya yang sekarang bukanlah nindya yang dulu,
Bukan spt nindya yang banyak menghabiskan waktu bersama teman-teman.

Meskipun suami nindya tidak sll bersama nindya disini,
tapi nindya tetap berkewajiban menjaga diri nindya sebagai seorang istri.
Jagalah kehormatan suami, dengan menjaga diri kita.
Hormatilah ia, dan hargailah ia.

Dia adalah seorang imam bagi nindya,
dialah yang memiliki kekuasaan sbg pengawas dan raja atasmu.
Jadilah engkau sbg abdi, maka dia akan menjadi abdimu pula.

Anas berkata, Para Sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam,
" jika menyerahkan seorang wanita kepada suaminya, maka mereka memerintahkan isteri agar berkhidmat kepada suaminya dan memelihara haknya.”

Tunduk kepadanya dengan qona'ah, patuh dan dengarkanlah ia.
Peliharalah dirimu,
Berhiaslah dan jaga raut wajahmu.
Pelihara matanya jgn sampai melihat keburukan dr mu.
Bersisir dan berdandanlah untuknya.

Pakailah wangi-wangian yang ia suka,
Jgn sampai ia mencium darimu selain aroma yang paling wangi.

Abdullah bin Ja’far bin Abi Thalib berwasiat kepada puterinya,
“Janganlah engkau cemburu, sebab itu adalah kunci perceraian, dan janganlah engkau suka mencela, karena hal itu menimbulkan kemurkaan. Bercelaklah, karena hal itu adalah perhiasan paling indah, dan parfum yang paling baik adalah air.

Berilah ia selalu senyuman terbaikmu,
Sebagai obat dari rasa letihnya..
Ketika lelah, usaplah peluhnya.

Segerakanlah memenuhi permintaannya.
Jangan biarkan ia menunggu atas inginnya.

Peliharalah tutur kata, dan berlemah lembutlah padanya.
Berikanlah ia kenyamanan dan kehangatan.

Menjaga harta dan memelihara keluarganya dan kerabatnya.
Jaga hartanya dengan menghargainya dengan baik,
Memelihara keluarga dengan mengatur keluarganya dengan baik.

Jangan tentang perintahnya, dan jagalah rahasianya.
Berilah ia rasa aman dan jangan sampai ia merasa kesal.
Tutupilah kekurangannya, jagalah aibnyaa dan aib mu.
Jagalah rumah tanggamu.

Jangan bersedih di hadapannya disaat ia sedang bergembira,
Jangan pula engkau bergembira di saat ia bersedih.

Rumah tangga yang ideal dalam islam adalah rumah tangga yang diliputi dengan sakinah (ketentraman), Mawaddah (rasa cinta), Rahma (kasih sayang)


hearts Pictures, Images and Photos

Ny.Nindya Fauzi..
Gpp kok kita gk sering berbagi lagi, karena skr kmu udah memiliki teman tidur. hehe..
Jadilah istri yang sholeha ya dek, jadi teman, sahabat, kekasih dan ibu bagi suamimu.
(eh tetep aku masih membutuhkan doamu, hehe..menunggu menjadi 'automatic'..)

Jadilah seorang ibu yang berbekal ilmu agama, agar bisa membesarkan anak-anak dek nin kelak dengan pemahaman agama yang benar. Tetep bertanggung jawab kan Bu fauzi ? hehe..

Bahagiamu bahagiaku dek, canda tawamu melukiskan kebahagiaanmu..
menjelang hingga setelah pernikahan, kamu tampak sangat bahagia.
Gpp deh prawatan ekstra, demi suami tercinta.
Dialah yang berhak atas kecantikan dan keindahanmu.

Semoga Nindya cepat mendapatkan momongan, memberiku seorang keponakan. Selalu tersenyumlah dek, meskipun kutau kamu sangat merindukannya di saat ia jauh,hehe..
Aku masih ada kok buat diganggu dan berbgai, tapi jgn bb's holic saat bersama suami.
oya, kalau mau ke vegetarian resto, izin suami dl ya, bilang mau nraktir aku..hehe..

Once again, Happy for you my beloved sist' Ny.Nindya Fauzi.
happy for you..


Flowers Pink Green 10 Pictures, Images and Photos


~Najwa Az Zahrah~
Bisikku untuk Saudariku
(kurasakan kebahagiaanmu)