Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 April 2010

Cinta Allah Menyelamatkan dari Azab

Heart Pictures, Images and Photos



Cinta kepada Allah adalah cinta yang dapat menyelamatkan seorang hamba dari azab Nya. Maka, seharusnya seorang hamba tidak mengganti cinta itu untuk selamanya.

Seorang ulama pernah ditanya, "Apa ada ayat di dalam Al-Qura'an yang menyatakan bahwa kekasih tidak akan mengazab kekasihnya?"

Ia menjawab, "Ada, pada firman Allah ta'ala,
"Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan : 'Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih Nya,' Katakanlah : 'Maka mengapa Allah menyiksa kalian karena dosa-dosa kalian?' " (Al-Maa-'idah: 18)

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Allah ta'ala tidak akan mengazab kekasih Nya, namun Dia akan mengujinya di dunia." (HR.Ahmad)

Imam Ahmad menuturkan dari Sayyar, dari Ja'far, dari Abu Ghalib, ia berkata bahwa perkataan berikut ini adalah pesan dari Nabi Isa bin Maryam,
"Wahai kaum Hawariyin (1), buatlah Allah mencintai kalian dengan kebencian pada pelaku maksiat. Mendekatlah kalian kepada Nya dengan murka mereka. Raih ridha Nya dengan kemarahan mereka."

Para hawariyin bertanya, "Wahau Nabi Allah, jika demikian, dengan siapa kami akan duduk (berteman)?"

Ia menjawab, "Duduklah bersama orang yang kata-katanya dapat menambah amal kalian, maka jika kalian melihatnya, akan mengingatkan kalian kepada Allah, serta ilmunya dapat membuat kalian zuhud terhadap dunia."

Sebagai bukti bahwa bila kita menghadap Allah maka akan mendapat balasan di dunia, maka Allah menghadapkan hati hamba2 Nya kepada orang yang menghadap Nya, Dia juga akan memalingkan hati hamba-hamba Nya dari orang yang berpaling dari Nya. Sebab, hati hamba-hamba Nya itu ada di tangan Nya, bukan di tangan mereka.

Imam Ahmad berkata bahwa Harim bin Hayyam pernah mengatakan,
"Jika seorang hamba mengahadapkan hatinya kepada Allah, niscaya Allah akan mengahadapkan hati orang-orang mukmin kepadanya, agar ia mendapat kasih sayang dan rahmat dari mereka."

Hati selalu bersifat cendrung mencintai orang yang berbuat baik kepadanya, dan mencintai semua kebaikan. Setiap kebaikan yang sampai kepada hamba itu berasal dai Allah, seperti yang difirmankan oleh Nya,
"Dan apa saja nikmat yang ada pada kamj, maka dari Allah lah (datangnya).." (an-Nahl: 53)

Jadi betapa kejinya orang yang hatinya sibuk dengan cinta kepada selain Allah di hadapan Nya.

Imam Ahmad menuturkan dari Abu Mu'awiyah, dari al A'masy dari Minhal dari Abdullah bin Harits, ia berkata,
"Allah berfirman kepada Nabi Daud, "Wahai Daud, cintailah Aku, dan buatlah hamba-hamba Ku mencintai Ku, dan buatlah aku mencintai hamba2 Ku,"
Daud berkata,
"Ya Tuhan, aku bisa mencintai Mu dan membuat hamba2 Mu mcintai Mu. Tapi bagaimana bisa membuat Mu mencintai hamba2 Mu?"
Allah ta'ala berfirman,
"Ingatkan Aku pada mereka, agar mereka hanya ingat kebaikan dari Ku"

Di antara permohonan terbaik kepada Allah adalah memohon cinta Nya, cinta orang yang mencintai Nya, dan mencintai semua amalan yang dapat mendekatkan diri kepada cinta Nya.

"Ya Allah aku memohon kepada Mu cinta Mu dan cinta orang2 yang mencintai Mu, serta mencintai semua amalan yang dapat mendekatkan aku kepada cinta Mu."

"Ya Allah, apa yang Engkau anugerahkan kepadaku dari apa2 yang kucintai, maka jadikanlah itu sebagai kekuatan bagiku tentang apa yang Engkau cintai. Dan Apa-apa yang Engkau hindarkan (tahan) dari apa yang kucintai, maka jadikanlah itu sebagai kekosongan bagiku tentang apa yang Engkau cintai"

"Ya Allah, jadikanlah cinta Mu lebih kucintai dari keluargaku, hartaku, dan air yang dingin di kala kehausan"

"Ya Allah, buatlah aku mencintai Mu, mencintai para malaikat Mu, mencintai para nabi Mu, dan rasul Mu, dan mencintai hamba2 Mu yang sholeh. Jadikanlah aku sebagai orang yg mencintai Mu, mencintai para malaikat Mu, mencintai para nabi Mu, dan rasul Mu, dan mencintai hamba2 Mu yang sholeh."

"Ya Allah hidupkan hatiku dengan cinta Mu dan jadikanlah aku menjadi seperti yang engkau sukai"

"Ya Allah, jadikanlah aku mencintai Mu dengan sepenuh hatiku dan buatlah aku ridha kepada Mu dengan segenap upayaku"

"Ya Allah jadikanlah seluruh cintaku hanya untuk Mu, dan seluruh upayaku hanya untuk meraih ridha Mu."

Doa ini adalah tongkat penyangga kemah Islam, yang menjadikan Islam berdiri tegak. Ini juga merupakan hakikat dari syahadat la ilah illallaha wa anna Muhammadan rasulullah.

Orang yang menjalankan hakikat ini adalah,
"Dan orang2 yang memberikan kesaksiannya" (al-Ma'aarij: 33)



(1)Kaum hawary adalah para penolong Nabi Isa.

~Najwa Az Zahrah~
Taman Para Pecinta
Ibnu Qayyyim Al Jauziyyah

Senin, 19 April 2010

Untuk Ibunda Tersayang

Suara hati seorang hamba yang berusaha tetap istiqomah di jalan ALLOH, suara hati yang merintih dan berusaha tegar dengan berbagai terpaan tudingan yang ada padanya... juga suara hati seorang muslimah yang sedang berjuang mempertahankan jati diri dan kemerdekaanya....


Bismillahirrahmanirrohim...



Teruntuk ibunda yang lembut hatinya....

Bukan aku menetang semua kata-katamu..

Bukan aku tak mau mendengarkan nasehatmu..



Aku tahu...

Batapa besar rasa cinta dan sayangmu untuku..

Dan akupun sama...

Aku teramat sangat mencitai dan menyayangimu...

Tapi maafkan aku...

Aku tidak bisa memenuhi permintaanmu...

Aku begitu mencintai apa yang aku kenakan...

Aku mencintainya karena itu adalah seruan Alloh..

Rabb kita..


Perasaanku begitu sedih..

Manakala ibu mengatakan bahwa apa yang aku kenakan itu bukanlah suatu kewajaran...

Hatiku teriris...

Manakala ibu mengatakan bahwa aku telah “tersesat” dari jalan islam..



Dan air mataku tumpah...

Ketika ibu mengatakan semua ‘teguran-teguran keras’ kepadaku..

Semua itu terekam sebagai ancaman di pita memory otaku..



Aku tahu...

Maksud dari semua yang ibu lakukan terhadapku..

Tapi maafkan aku ibu...

Ketika Ayatulloh itu hadir dan mengisi relung keimananku yang kosong...

Entah mengapa..seruan itu begitu menyentuhku...

Menyentuh sisi kewanitaanku sebagai hambaNya yang selama ini kurang bersyukur...



Aku malu pada ALLOH ibu...

dosaku sudah bertumpuk..

Ketika aku melangkahkan kakiku,

setapak demi tapak dihadapan kaum adam dengan auratku yang terbuka...

Tanpa aku sadari..

aku telah meletakan batu bata untuk membangun “istana” di neraka..

na’udzubillah..aku tidak menginginkannya!


Aku merasa nyaman dengan apa yang aku kenakan sekarang...

Aku merasa lebih terjaga dari pandangan nakal kaum lelaki...

Aku merasa lebih bebas bergerak..

Aku merasa lebih ‘cantik’ dihadapan Alloh..

Aku merasa menjadi diriku sendiri!!


Karena itu...

Ijinkan aku mengenakan pakaian takwa ini..

Biarkan kain ini menjulur pada tubuhku...

Biarkan dia menutup semua lekuk tubuhku..

Jangan lagi kau peduli dengan ucapan orang di luar sana...

Bukankah engkau lebih mengenal anakmu??


Ibu...

Aku selalu mencintai dan menyayangimu...

Tapi alangkah lebih menyenangkan..

Bila kita membingkai rasa cinta kita ini dengan rasa cinta kita pada ALLOH...


Karena...

Hanya Dialah yang lebih pantas kita cintai lebih dari apa pun....


Wallahu Ta’ala A’lam...


Fatimah Ummu Abdillah


* Ukhty..yakinlah ALLOH akan selalu memberikan kekuatan padamu untuk menjalani cobaan ini dan percayalah..suatu saat nanti, dengan ijinNya..kita akan bisa meyakinkan mereka semua...ALLOH bersama dengan orang-orang yang sabar...bersabarlah dengan sebenar-benarnya sabar..*


~Najwa Az Zahrah~

Ibuku tersayang

Minggu, 18 April 2010

Memilih Calon Istri

Kalau yang ini untuk yang ikhwan, dan juga untuk yang akhwat. Akhwat seperti apakah yang akan dipilih oleh ikhwan yang baik ? Marii kita baca lagi nih note Ummu Sumayyah, sharing cerita dengan Ummu Sumayyah tidak sedikit membuat para akhwat begitu mendambakan sebuah keluarga yang 'bahagia', dimana setiapnya memiliki tempat dan tanggung jawab peran terhadap posisi masing-masing. Sebagai seorang suami, dan seorang istri, 'mutiara suamiku'. dan juga buah hati mereka, seorang anak.

**

Nasehat Memilih Istri

Sedih aku. Kenapa ada ikhwan yang menolak akhwat hanya gara-gara fisik?! Padahal akhwat itu baik, cerdas, faham agama pula. Pokoknya insya Allah ia sholihah, tapi kenapa ada ikhwan yang menolaknya hanya gara-gara dia tidak cantik?!

Mereka, para ikhwan yang mementingkan kecantikan itu, mungkin beralasan dengan berkata bahwa cantik kan termasuk di dalam syarat-syarat wanita untuk dinikahi?! Mereka pun mungkin akan bilang bahwa haditsnya shahih lho! Tapi sayang, mungkin mereka nggak baca sampai akhir kalimat bahwa memilih wanita yang baik agamanya itu lebih selamat!

Mereka mungkin terus bilang, kalau mencari istri yang baik agamanya yang kebetulan cantik boleh khaaan?! Ya memang boleh, tapi pas kebetulan nggak cantik langsung di tolak khaaan?!

***

Ah, andai saja mereka tahu bahwa di zaman sekarang ini orang yang kaya itu akan semakin kaya dan yang miskin akan semakin miskin. Dan istri yang hebat di zaman ini adalah yang sanggup hidup miskin. Dan istri yang bijak di zaman ini adalah yang sanggup hidup kaya. Semua kan bisa bilang ‘saya siap hidup susah’ tapi dia nggak akan sanggup kalau nggak hebat. Semua juga siap hidup enak tapi dia akan bangkrut kalau nggak bijak.

Andai saja mereka tahu bahwa istri yang hebat dan bijak itu hanya ada pada istri yang sholihah. Dia lah yang qanaah, yang sanggup hidup dalam keadaan apapun yang diberikan suaminya kepadanya. Dia akan merasa cukup atas apa yang ada. Dan akan bersyukur atas kehidupan yang menyenangkan seperti dia akan bersabar atas kehidupan yang menyusahkan.

***

Mungkin para ikhwan itu hanya memaknai wanita yang baik agamanya itu sebagai wanita yang pakai jilbab panjang dan manis kalau tersenyum. Yang mungkin dari jilbab wanita tersebut mereka bisa menilai bahwa ia faham agama, dan dari senyumannya mungkin mereka bisa menilai bawa ia baik akhlaknya. Tapi mereka tidak tahu bahwa panjangnya jilbab dan manisnya senyuman hanyalah apa yang tampak di luar, sedangkan yang tidak tampak akan mereka ketahui setelah menikah.

Mereka akan tahu istri mereka sebenarnya ketika mereka sudah serumah dengannya, bukan di rumah orang tua ataupun di rumah mertua. Karena di rumah sendiri akan tampaklah seorang istri itu sebagai dirinya sendiri, bukan sebagai anak orangtuanya yang manja dan selalu diturutkan keinginannya, ataupun sebagai menantu yang rajin dan akan selalu menampakkan kebaikan kepada mertuanya.

Mungkin sebaiknyalah orang-orang yang sudah menikah itu tinggal di rumahnya sendiri, walaupun harus kontrak atau kredit. Karena di rumah itu akan tampaklah sifat asli istri dalam menyikapi hidup yang diberikan suaminya kepadanya. Mereka akan tahu apakah jilbab isteri mereka membuktikan kefahamannya dalam agama, dan apakah manis senyuman mereka membuktikan kebaikan akhlaknya. Tetap dia pakaikah jilbab yang panjang itu ketika terik matahari panas menghujam?! Tetap adakah senyuman manis itu ketika lebat turunnya hujan?!

***

Isteri yang sholihah, dialah yang qanaah.
Yang tahu hari tak selalu cerah tapi dia tak berubah.

Istri yang sholihah itu tidak harus kaya, kalau pun kaya Alhamdulillah.
Dia juga tidak harus cantik, kalau pun cantik itu hadiah.

Isteri yang sholihah itu adalah yang qana’ah, senangnya berada di rumah.
Keluar rumah hanya dengan suaminya atau setidaknya dengan izinnya.
Dia tahu barang-barang telah mengalami kenaikan harga,
dan tidak menyusahkan suaminya dengan segala tuntutannya.

Ada juga memang wanita yang bekerja di luar rumah,
tapi yang sholihah, dia mau berhenti kerja kalau suaminya memerintahkannya,
dan tetap bekerja kalau suaminya meridhoinya.

***

Kau mungkin bingung bagaimana mungkin mendapatkan wanita shalihah
sementara sedari tadi aku terus berkata yang shalihah adalah yang qanaah,
sedangkan qanaah itu tidak tampak di mata.

Yang jelas, nggak usah muluk-muluk cari yang cantik,
karena yang cantik seperti bintang di langit.
Mungkin dia mudah ditemukan, bahkan di gelap malam,
tetapi sadarilah dia tak mudah dijangkau tangan.
Ketika itu pun kau mungkin melihatnya berkilauan,
tetapi sadarilah ketika siang dia menghilang.

Isteri yang sholihah itu seperti mutiara di dasar laut,
tak selalu putih terkadang terbungkus lumut.
Di dalam cangkangnya dia senang berada,
menjaga diri dan tak mudah digoda.

Kau mungkin harus menyelam untuk menemukannya.
Tapi kau akan tahu seberharga apa dia ketika kau mendapatkannya.

***

“Tiada kekayaan yg diambil seorang mukmin setelah takwa kepada Allah yang lebih baik dari istri sholihah.” [Hadits Riwayat Ibn Majah]

-Mutiara-
yang berusaha menjadi seberharga namanya

'Tuk Calon Suamiku

Banyak hal yang dapat di share, terutama oleh sesama akhwat, dari akhwat untuk akhwat. Baik soal fitnah wanita yg kian marak, ttg ilmu dien, kajian, kesehatan, dapur, keuangan, sekolah anak, mengasuh anak, hingga para ummahat berbagi cerita pesan dan nasehat bagi akhwat muda.

Yang terakhir ini tidak akan pernah habis-habisnya dibahas. Yaitu, dambaan calon suami. Dambaan para akhwat. Selalu jadi ilmu yang hangat di kalangan akhwat. Saya rasa begitu jg di kalangan ikhwan. Hal yang manusiawi, karena wanita tercipta untuk laki-laki, dan begitu sebaliknya. Apalagi yang masih muda2, yang semata-mata sangat kuatir dengan keadaan masyarakat saat ini yang jauh dari nilai-nilai islam. Emang menikah adalah salah satu yang dapat dilakukan untuk menjaga pandangan, dan kehormatan seorang akhwat. Maka tak heran ini manjadi topik yang penting, memilih pasangan hidup. Terutama untuk para akhwat yang tidak ingin mempertaruhkan agamanya dalam memilih pasangan hidup, yang dapat mengantarkan kita ke surga Nya..


Ummu Sumayyah,
' ntuk calon suamiku'

Begitu judul file txt di laptop suamiku, tulisanku dulu sebelum nikah… untuk (mantan) calon suamiku, suamiku sekarang.



***


WAHAI CALON SUAMIKU



ketahuilah…

sesungguhnya tidaklah aku ingin menikah melainkan karena aku tidak ingin mati dalam keadaan agamaku ini hanya setengah. [1]

dan tidaklah aku ingin menjadi orang yang menikah melainkan karena aku meyakini janji Alloh bagi orang yang menikah itu benar adanya.



tahukah kau bahwa setiap hubungan suami isteri yang halal itu adalah sedekah yang dapat mendatangkan pahala?! [2]

tahukah kau bahwa hanya dengan merengkuh tangan isteri maka berguguranlah dari jari jemari dosa-dosa?! [3]

dan tahukah kau bahwa bila seorang isteri meninggal dunia sementara suaminya dalam keadaan ridha padanya maka ia akan masuk surga?! [4]

dan bila semasa hidup dia taat kepada Alloh dan taat pula kepada suaminya maka ia boleh memasukinya dari pintu mana pun yang ia suka?! [5]

duhai, calon suamiku…

tidak lah aku ingin menjadi seorang isteri melainkan karena janji Alloh yang satu ini.

karena sesungguhnya aku takut mengetahui bahwa penghuni neraka itu kebanyakan wanita. [6]

dan hanya kepada Alloh aku berharap perlindunganNya dan petunjukNya di manapun aku berada.



wahai calon suamiku…

telah ditakdirkan Alloh bahwa akhirnya engkau memilihku.

semoga inilah perlindungan dan petunjuk yang Dia berikan agar aku bisa mendapatkan kebenaran janji Alloh itu…



namun, wahai calon suamiku,

aku ingin kau menyadari bahwa aku bukanlah makhluk yang sempurna seperti juga dirimu.

maka mengertilah bahwa setelah kita menikah nanti akan banyak hal baru yang akan sama-sama kita ketahui

insya Alloh, akan kujaga apa yang harus kujaga darimu,

dan kuharap kau pun menjaga apa yang harus kau jaga dariku. [7]



bila kau menemukan ketidaksukaanmu padaku karena kekuranganku

maka bersabarlah, calon suamiku…

karena kadang-kadang pada sesuatu yang tidak kau sukai, Alloh menjadikan kebaikan padanya. [8]

temukanlah kelebihan yang kau sukai dari diriku,

bukankah kau memiliki alasan mengapa kau ingin menikahiku?! [9]



tetapi, wahai calon suamiku…

bila ketidaksukaan yang kau temukan itu adalah karena kesalahanku,

maka nasehatilah aku, pisahkanlah tempat tidurku dan pukullah aku bila akhirnya aku meninggalkan kewajibanku. [10]

namun janganlah kau bermaksud menyakitiku hingga membahayakan hidupku karena aku adalah bagian dari dirimu. [11]



janganlah kau luruskan kebengkokanku, karena aku bisa patah [12]

tetapi berhati-hatilah terhadapku, karena aku bagaikan gelas kaca [13].

ingatlah bahwa manusia yang baik adalah yang baik pada keluarganya,

dan lelaki yang baik adalah yang baik pada isterinya. [14]



dan cukuplah engkau menjadikan aku seseorang yang patuh kepadamu dengan menjadi seseorang yang pantas aku patuhi.

sehingga aku mempunyai alasan mengapa aku harus berhias setiap hari,

dan mengapa aku harus menjaga diriku, kehormatan dan juga hartamu saat kau tidak ada di sisi… [15]



jadikanlah aku sebaik-baik perhiasan duniamu [16], hartamu yang paling berharga [17]…



-Mutiara-



*Footnote

1. Hadits Riwayat Al-Hakim, artinya: Barangsiapa menikah, maka dia telah menguasai separuh agamanya, karena itu hendaklah ia bertakwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi.

2. Hadits Riwayat Muslim, artinya: dan kalian jima’ dengan isteri pun sedekah. Bukankah bila syahwat disalurkan pada tempat yang haram maka akan mendapatkan dosa? Maka demikian pula bila disalurkan pada tempat yang halal, maka akan mendapatkan pahala.

3. Riwayat Maisarah, artinya: Sungguh, ketika suami isteri saling memperhatikan, maka Allah memperhatikan keduanya dengan penuh rahmat. Manakala suami merengkuh telapak tangan isteri (meremas-remasnya), berguguranlah dosa-dosa keduanya dari sela-sela jari-jemari.

4. Hadits Riwayat Ibnu Majah, artinya: Siapapun wanita yang meninggal dunia sedang suaminya meridhainya maka dia akan masuk surga.

5. Hadits Riwayat Ath Thabrani, artinya: jika seorang wanita mengerjakan shalat 5 waktu, berpuasa satu bulan penuh (Ramadhan), dan mentaati suaminya, maka hendaklah ia memasuki dari pintu surga manapun yang dia kehendaki.

6. Hadits Riwayat Bukhari, artinya: Telah diperlihatkan api naar kepadaku, kulihat mayoritas penghuninya adalah kaum wanita.

7. (a) Hadits Ibnu Abi Syaibah, artinya: Di antara manusia yang paling rendah derajatnya di sisi Allah padahari kiamat adalah seorang suami yang jima’ dengan isterinya lalu menyebarkan rahasianya. (b) Hadits At Tirmidzi, artinya: dan hak kalian (suami) atas mereka (isteri) adalah mereka tidak mengajak orang yang kalian benci untuk mendatangi tempat tidur kalian serta tidak mengizinkan orang yang kalian benci memasuki rumah kalian

8. An Nisa’: 19, artinya: Dan bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.

9. Hadits Riwayat Bukhari, artinya: Seorang wanita dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, keturunanannya,, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah wanita yang taat beragama niscaya kamu akan beruntung.

10. An Nisa’: 34, artinya: Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya (meninggalkan kewajiban sebagi isteri), maka nasehatilah, pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menta’atimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya.

11. (a) Al-Hujurat: 10, artinya : Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara” (b) Hadits Riwayat: artinya : Perumpamaan kaum muslimin dalam cinta kasih, dan lemah lembut serta saling menyayangi antara mereka seperti satu jasad (tubuh) apabila satu anggotanya merasa sakit, maka seluruh jasadnya ikut merasa sakit.

12. Hadits Riwayat Bukhari, artinya: Bersikap baiklah terhadap wanita. Karena mereka itu diciptakan dari tulang rusuk. Dan bagian yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah yang paling atas. Kalau kamu berusaha meluruskannya, maka ia akan patah.

13. Hadits Riwayat Bukhari, artinya: Wahai Anjasyah, perlahanlah, sebab bawaanmu adalah gelas-gelas kaca.

14. (a) Hadits Riwayat At Tirmidzi dan Ibnu Majah, artinya: sebaik2 kalian adalah yang baik kepada keluarganya. (b) Hadits Riwayat Imam Hakim: artinya: sebaik-baik kalian adalah yang baik kepada isterinya

15. Hadits Riwayat Ahmad, artinya: Apakah kalian mau saya beritahu tentang simpanan seseorang yang paling berharga? Yaitu wanita sholihah yang suaminya menjadi bahagia bila memandangnya, bila diperintah segera dipenuhi, dan bila suaminya tidak ada dia menjaga kehormatannya.

16. Hadits Riwayat Muslim, artinya: Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita sholihah.

17. Lihat No. 15

~"Istri Yang Sholehah, Ia lah Mutiara Bagi Suami~

Minggu, 11 April 2010

Jika Cinta

Love Heart Pictures, Images and Photos
Salah satu Imam Mazhab, Muhammad bin Idris Asy-Syafi’I pernah menuturkan,

لو كان حبك صادقا لأطعته … إن المحب لمن يحب مطيع


Jika Cintamu Jujur….
Niscaya ‘kau ‘kan taati dirinya…

Karna sesungguhnya orang yang mencintai itu…

Akan sangat taat kepada orang yang dicintainya...[*]


Syair ini dikutip dari Imam Asy-Syafi’i oleh(a) محم...د بن أبي بكر أيوب الزرعي أبو عبد الله (masyhur dengan nama Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah) dalam kitab روضة المحبين ونزهة المشتاقين, cet. دار الكتب العلمية – بيروت ، 1412 – 1992, hal. 266
(b) : محمد بن أبي بكر أيوب الزرعي أبو عبد الله. Dalam kitab طريق الهجرتين وباب السعادتين, cet III (1414 – 1994) : دار ابن القيم – الدمام , hal. 444.
(c) anonim, dalam kitab مجمع الحكم و الأمثال, tidak tertulis halamannya.

Kasmaran, Dzamul Hawa

فما في الأرض أشقى من محب …
وإن وجد الهوى حلو المذاقتراه باكيا في كل حين …
مخافة فرقة أو لإشتياقفيبكي إن ناؤا شوقا إليهم …
ويبكي إن دنو خوف الفراقفتسخن عينه عند الفراق …
وتسخن عينه عند التلاق والعشق وإن استلذ به صاحبه فهو من أعظم عذاب القلب


Tidak ada di dunia ini yang lebih sengsara daripada seorang pencinta…
Meskipun ia ...merasakan manisnya cinta…
Kamu lihat dia menangis di setiap waktu…
Karena takut berpisah atau karena rindu…

Ia menangis karena rindu akan jauhnya sang kekasih…
Namun, bila kekasihnya dekat…Ia menangis karena takut berpisah…

Matanya selalu menghangat ketika terjadi perpisahan…
Matanya pun berkaca-kaca ketika pertemuan itu tiba…
Pelakunya memang merasakan kenikmatan…
Namun, sebenarnya…
Kasmaran itu merupakan siksa yang paling besar di hati…

[ lihat dalam: كتاب الجواب الكافي لمن سأل عن الدواء الشافي , karya محمد بن أبي بكر أيوب الزرعي أبو عبد الله (masyhur dengan nama Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah), hal. 151 ]


may Allah give us guidance with islam,أم حؤله هنونه

ذم الهوى

Pink Flowers Pictures, Images and Photos

ستودع الله قلبا مذ فجعت به …
وبالأحبة لم أسكن إلى سكنقد كان يحمل من همي ومن حزني …
ما ليس يحمله روحي ولا بدنيلا عدت إن عاد لي قلبي أعذبه
… بالحسن كم من قبيح جاء من حسن


TebalAku titipkan hatiku kepada Allah sejak aku bersedih dengannya…
Dan dengan kekasih sejak aku tidak pernah merasa tenteram
Adakalanya kesedihanku tak sanggu...p dipikul.
Baik oleh ruhku maupun badanku


Aku tidak kembali.
Jika hatiku kembali padaku,
Maka aku mencederainya dengan hal-hal yang indah.
Betapa banyak keburukan datang dari hal yang indah
..

(Lihat kitab ذم الهوى karya أبو الفرج عبد الرحمن بن أبي الحسن الجوزي yang ditahqiq مصطفى عبد الواحد, hal: 66)


ahabbakalladzi ahbabtani lahu أم حؤله هنونه