Tampilkan postingan dengan label nasehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nasehat. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Mei 2010

Lalu Lintas Kehidupan

Alhamdulillah wash sholaatu was salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.


Segala lini kehidupan memiliki aturan. Tidak ada di kehidupan ini yang tidak ada aturan. Setuju ?

Sekolah ada aturan, kerja juga ada aturan. Di rumah juga ada aturan, ngekospun ada aturan.
Apa coba yang gak ada aturannya ? Dimanapun kita berada pasti ada aturannya bukan ??

Pemikiran ini tiba-tiba terpikirkan saat tadi pagi saya berangkat kuliah. Tadi pagi emang saya berangkat tidak seperti biasanya, agak telat karena ada pergantian dosen dan jam masuknyapun mundur setengah jam. Selain itu juga saya menunggu dijemput adik lalu harus saya drop dulu di kampusnya. Mau tidak mau sayapun gak bisa berleha-leha menikmati keramaian dan kemacetan jalan-jalan utama.

Melihat keadaan lalu lintas yang cukup padat tidak memungkinkan untuk mempercepat laju kendaraan, yang diperlukan saat itu adalah kesabaran dan kemahiran agar tidak diselip pengemudi lain yang suka' mepet-mepet. hehe.. Gak sopan nyelip-nyelip. Mengemudi juga ada aturannya. Bener kan?
Dan sampailah saya di pertigaan lampu merah yang cukup ramai dan kalau gak salah lampu hijaunya gak sampai 3o detik, kira-kira hanya 20 detik (nanti saya pastikan lagi, insya Allah..). Pokoknya nih, lampu merah yang pakai detikan gitu, udah gitu cepat pula. Di saat lampu hijau, saya menekan gas di saat tinggal 7detik lagi, dan sebelum melewati garis lampu udah berganti merah, hehe,, Tapiiii saya tancap gas aja, mengingat saya yang dah terlambat.

Kebiasaan saya kalau sudah melanggar begitu, melihat spion dan memastikan di belakang saya masih ada yang melanggar lebih parah dari saya apa tidak. Dan kali ini ketika saya melihat ke spion, yang saya lihat malah mobil polisi, hehehehe... Sedikit tersentak dan tersenyum sendiri. Tapi saya tetap membela diri kalau saya udah keburu menginjak gas, dan gak keburu ngerem lagi, *alibi.. Alhamdulillah polisi tadi mematuhi peraturan, mobilnya berhenti sesuai dengan petunjuk lampu lalu lintas. hehe..

Dari keadaan tadilah tiba-tiba saya tersindir dengan kelakuan saya sendiri. Ya saya tersindir, lebih tepatnya lagi saya tersentil. Dan saya disadarkan dengan diri saya sendiri. Kenapa saya tersentak dan agak kaget ketika saya melihat mobil polisi di belakang mobil saya ?? Ya polisi itu pasti tadi menyaksikan kalau saya sedikiti melakukan pelanggaran (saya rasa tidak melakukan pelanggaran, karena buktinya tuh mobil polisi diam aja gak mengejar saya, *pembelaan manusia bersalah).



Muncul banyak pertanyaan di kepala saya ??? *twink twing..

Kenapa setelah melakukan pelanggaran, lalu ada rasa cemas dan takut saat melihat polisi ?

Kenapa kita gak merasa tenang kalau mengemudi tidak membawa sim atau stnk mobil ?

Kenapa kita bisa patuh memakai helm, melengkapi motor dengan dua buah spion, nomor polisi, dan juga surat-surat yang lengkap ?

Kenapa kita bisa patuh memakai seat belt dan tidak menggunakan telepon saat berkemudi ?

Karena takut di denda ? takut bermasalah dengan pihak polisi?

Ya, tidak lain jawabannya karena kita tau kalau pelanggaran terhadap peraturan itu suatu kesalahan.

Dan dalam hal ini polisi yang akan bertindak, jadi muncullah rasa takut itu ketika melihat polisi. Kalau kita gak bersalah tentunya kita biasa aja. Ya gak ?Trus ..

Kenapa kita patuh kalau kendaraan itu berjalan sebelah kiri ?
Kenapa gak sebelah kanan ? Atau suka-suka kita aja ? Gimana ?

Apa yang akan terjadi kalau semua berjalan suka-suka aja ?
Mau kanan atau kiri terserah .. Coba bayangkan !?


Dan jugaaaa...

Kenapa takut terlambat masuk kelas ?
Takut diusir ? Takut dengan dosen ? Malu dengan teman-teman ?
Lagi-lagi itu semua peraturan. Dan kita melakukan pelanggaran terhadapa peraturan.
Maka gak heran kalau rasa takut itu muncul. Betul gak ?

Begitu juga di kantor kita takut melanggar aturan karena ada hukuman, termasuk mengurangi penilaian kualitas kerja kita. Bukankah begitu ?

Dan tidak beda di rumah, di keluarga, semua ada aturan. Kita takut orang tua marah dengan kita, menguhukum kita dengan mengurangi uang jajan dab sebagainya.

Tidak beda juga dengan kos-kosan atau kontrakan, semua tetap ada aturannya. Seperti penjaga kos baru kos-kosan saya bilang, "Hidup itu punya aturan sayang" ..hehe.. ya saya akan ingat selalu pesan yang menyindir saya itu. Namanya anak kos, gak mau rugi, dan terkadang penjaga kos pun tega dengan anak kos, *curhat kos2an deh...oke lanjut ...

Begitulah peraturan-peraturan yang berlaku yang dimanapun kita hidup tidak akan lepas dari yang namanya peraturan. Namun yang ingin saya tekankan, yang juga menjadi sentilan buat diri saya sendiri adalah...

Di saat saya takut berurusan dengan polisi karena telah melakukan pelanggaran, juga saya takut terlambat masuk kelas karena takut gak boleh masuk dengan dosen dan malu dengan teman-teman, dan saya takut telat membayar duit kos karena malu kalau ditagih bahkan takut diusir...he..

Dan .....

Bagaimana di saat saya melakukan hal yang dilarang Allah,
apakah pernah rasa takut saya seperti itu ?

Apakah cemas ? Was-was ? Deg-deg an ?

Apa saya juga tersentak dan gelisah ketika saya bermaksiat ?
Ketika saya seenaknya melakukan yang dilarang Nya ?
Sekalipun maksiat itu kecil,
tapi apakah saya pernah melihat Siapa yang saya dustakan ?


Imam Asy Syafi’i mengatakan,
لاَ يُؤْمَرُ وَلاَ يُنْهَى
“(Apakah mereka diciptakan) tanpa diperintah dan dilarang?”


Ketika Allah memerintahkan kita untuk menempuh jalan yang lurus,
lalu kita menempuh jalan seenaknya kanan kiri semau kita.
Ini bukan jalanan lalu lintas, tapi ini adalah jalan Nya Allah.
Jalan yang Dia ridhoi, yang diperintahkan agar kita menempuh jalan Nya.
Di jalan ini, bukan lagi berhadapan dengan Pak Polisi,
melainkan berhadapan dengan Pemilik langit dan bumi Tuhan seluruh alam.


“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56)


Saya bisa bersembunyi dari polisi, bisa melanggar aturan lalu lintas tanpa ketauan polisi.
Karena polisi tidak menjaga 24 jam.
Saya bisa membohongi dosen, bisa titip absen, bisa nyontek saat ujian.
Karena dosen tidak bisa mengawasi segala gerak gerik mahasiswanya.

Selama peraturan itu dibuat oleh manusia, kita sebagai manusiapun punya 1001 cara untuk bisa melanggar tanpa harus ketahuan.
Ya, sangat loyal dengan perkataan, "peraturan dibuat untuk dilanggar".

Tidak masalah besar selama peraturan itu dari manusia dan untuk manusia.
Paling-paling kalau dengan polisi, tinggal kasih duit.
Paling-paling kalau dengan dosen, cuma ditegur.
Paling-paling kalau dengan orang tua dimarahin sebentar.
Paling-paling kalau dengan atasan, hanya gak dinaikkan gaji untuk bulan ini.
yaa...masih ada 997 alasan lagi......

Peraturan. Kenapa ya peraturan itu dibuat malah semakin membuat kita untuk melanggarnya.
Ada yang bilang karena yang dilarang itu yang bikin penasaran.
Ada juga yangg bilang yang dilarang itu pastinya enak.

Penasaran dan enak, bukan kah itu semua hanya tolak ukur hawa nafsu manusia ?
Mungkin jg yg keenakan itu adalah setan-setan yg gak pernah berhenti menggoda manusia ?

Semoga Allah melindungi kita dari kelalaian mengikuti kebenaran.
Dan berhenti mencari pembenaran dari kebenaran.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah membaca surat Ath Tholaq ayat 3 kepada Abu Dzar Al Ghifariy. Lalu beliau berkata padanya,

“Seandainya semua manusia mengambil nasehat ini, itu sudah akan mencukupi mereka.”
Yaitu seandainya manusia betul-betul bertakwa dan bertawakkal, maka sungguh Allah akan mencukupi urusan dunia dan agama mereka.

Kembali cermati apa itu peraturan. Peraturan = nasehat. Sama-sama berisikan tentang kebaikan. Semata-mata apapun jenis peraturan itu bertujuan untuk menyelamatkan. Melindungi dan menciptakan keamanan dan kenyamanan.
Tidak ada tujuan yang buruk dari terciptanya peraturan.


Kembali saya ingin tekankan,
Biarlah kalau peraturan itu berasala dari manusia.
Yang jadi renungan saya saat ini,
Peraturan Allah..

Tidak ingin panjang lebar lagi, karena udah cukup panjang.
Terutama untuk diri saya sendiri, dapat menjadi renungan saya.
Dan berharap yang membaca dapat memperoleh manfaat dari bisikan hati saya.

"Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban) ? (QS : Al Qiyamah: 36)


"Apakah mereka diciptakan tanpa ada balasan dan siksaan ? (Madaarijus Salikin, 1/98)


Saya tidak bisa bersembunyi dari Nya, saya tidak bisa berbuat apa-apa tanpa izin Nya.
Sayapun tidak bisa lari dan lepas dari pengawasan Nya.
Tidak, tidak..tidak akan pernah bisa.
Bukan cuma saya, tapi kita semua. Manusia.
Dialah Yang menciptakan kita dari tiada menjadi ada.
Yang memberi kita pedoman dalam hidup ini, yaitu
Al Qur'an dan As Sunnah..


Semoga kita bisa semakin memperbaiki diri..

Tak terhitung dosa-dosa yang saya lakukan,
Namun tidak menjadikan Dia berhenti memberikan nikmat Nya padaku.
Hingga detik ini, saat saya mengetik ini.
Begitu melimpah kemaksiatan yang pernah saya lakukan tanpa rasa malu dan takut.
Namun Dia masih memberikanku kesempatan untuk bertaubat.
Sungguh Allah Maha Pengampun dan Penerima taubat.

Sebelum Allah memberhentikan nikmat Nya,
sebelum Allah mengakhiri kesempatanku untuk mengambil bekal akhirat,
sebelum ajal menjemput, kita semua yakin, stiap yang bernyawa akan merasakan kematian.
Seolah-olah hanya mengantri menunggu panggilan itu, Allahu musta'an.

Agar berbagai nikmat tidak lenyap,
agar terlepas dari berbagai bencana dan musibah yang tak kunjung hilang,
Maka agar setiap kiya memperbanyak taubat yang nashuh (yang sesungguhnya).
Karena dengan beralih kepada ketaatan dan amal sholeh,
musibah tersebut akan hilang dan berbagai nikmat pun akan datang menghampiri.

Ini bukan jalanan lalu lintas dengan aturan polisi.
Ini bukan aturan lembaga pendidikan yang tertuju untuk mahasiswa.
Ini bukan kantor yang memiliki pegawai yang harus disiplin.
Dan ini juga bukan kehidupan bebas tanpa aturan.
Bukan kehidupan bebas tanpa balasan dan hukuman.
Ini adalah pertanggung jawaban kita nantinya.

Kehidupan yang abadi bukan di sini.
Biarlah hidup di dunia ini menjadi penjara bagi orang beriman,
Karena inilah jalan yang diperintahkan kepada kita..
Jalan Nya, jalan yang lurus, Jalan Yang di Ridhoi Allah 'Azza wa Jalla..
Hanya dengan ridho Nya kita bisa menempuh jalan Nya..
Dengan pertolongan Nya dalam mengikuti kebenaran..
dan petunjuk Nya dalam membenarkan yang benar.


Kalaulah kita sudah mengetahui peraturan merupakan nasehat, berisikan kebaikan. Maka tidak ada ruginya kita untuk patuh dan ta'at. Terlebih itu urusan kita dengan Nya. Dunia bukanlah kehidupan sebenarnya, Janji Allah adalah benar. Azab Nya begitu pedih, lebih pedih jika kamu harus menjalan hukuman di sel tahanan polisi atau kamu harus di keroyok massa. Sungguh itu semua tidak ada apa-apanya dibanding balasan apa yang akan kita terima atas kemaksiatan kita selama hidup. Azab Nya sangatlah perih.


“(Siksaan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah sesuatu ni'mat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu merubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri , dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Anfaal: 53)


"Allahumma inni a’udzubika an usyrika bika sya’an wa ana a’lamu wa astaghfiruka minadz dzanbilladzi laa a’lamu’ "
(Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan menyukutakan-Mu dengan sesuatu padahal aku mengetahuinya. Aku juga memohon ampunan kepada-Mu dari kesyirikan yang tidak aku sadari) (HR. Ahmad).


Kami memohon kepada Allah, agar menunjuki kita sekalian dan seluruh kaum muslimin kepada perkataan dan amalan yang Dia cintai dan ridhoi. Tidak ada daya untuk melakukan ketaatan dan tidak ada kekuatan untuk meninggalkan yang haram melainkan dengan pertolongan Allah.

وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كَثِيرًا دَائِمًا إلَى يَوْمِ الدِّينِ .


Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat .
(Segala puji bagi Allah yang dengan segala nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna).



~Najwa Az Zahra~
*Renunganku hari ini

Senin, 26 April 2010

Menundukkan Pandangan

raining Pictures, Images and Photos


Demi Alloh,

Aku tak tahu apa harus kukecam hawa nafsuku,

atas cinta..

Apakah mataku yang menggoda atau hati ini..?!?

Jika kukecam hati, ia berkata:

Gara-gara mata yang memandang !


Dan jika kuhardik mata, ia berdalih:

Ini kesalahan hati !


Mata dan hati telah dialiri darah,

Maka Wahai Robbi,

Jadilah Penolongku atas mata dan hati ini.




(kata² seorang penyair yang dikutip Syaikh "abdul 'Aziz al Ghazuli dalam Ghadhdhul Bashar)


~Najwa Az Zahra~

Ijinkan Aku Menunduk

Minggu, 25 April 2010

Putriku, Kembalilah ke Jalan Tuhanmu

Oleh Syaikh Ali Thanthawi

Putriku tercinta! Aku seseorang yang telah berusia hampir 50 tahun*. Hilang sudah masa remaja, impian, dan khayalan. Aku telah banyak mengunjungi banyak negeri dan berjumpa dengan banyak orang. Aku juga telah merasakan pahit getirnya dunia. Oleh karena itu, dengarlah nasihat-nasihatku yang benar lagi jelas berdasarkan pengalaman-pengalamanku. Di mana engkau belum pernah mendengar dari orang lain.
Kami telah menulis dan mengajak kepada perbaikan moral, menghapus kebejatan,dan mengekang hawa nafsu,sampai pena tumpul dan mulut letih, dan kami tidak menghasilkan apa-apa. Tidak ada kemungkaran yang dapat kami berantas, bahkan bertambah, kerusakan mewabah, pakaian terbuka dan merangsang semakin merajalela, semakin mluas. Berkembang dari suatu negeri ke negeri yg lain, sampai tidak ada satu negeri islam pun menurut dugaanku terhindar dari wabah itu. Negeri-negeri Syam (Syiria,Yordania,Libanon,Palestina) sendri yang dulu benar-benar bersih,menutup aurat,sangat menjaga kehormatan wanitanya,kini para wanita itu keluar dengan pakaian merangsang,terbuka bagian lengan,dan lehernya.

Kami belum berhasil,kami kira tidak akan berhasil. Tahukah engkau,kenapa?
Karena sampai saat ini,kami belum menemukan cara untuk memperbaiki,kami belum tahu jalannya. Sesungguhnya jalan kebaikan itu ada di depanmu,putriku! Kuncinya ada di tanganmu. Bila engkau percaya bahwa kunci itu ada, lalu engkau menggunakanya untuk masuk,maka keadaan akan baik.

Benar bahwa lelakilah yg memulai langkah pertama dalam lorong dosa,wanita tidak akan pernah memulainya. Tetapi bila engkau tidak setuju, laki-laki itu tidak akan berani dan andaikan bukan lantaran lemah gemulaimu, lelaki tidak akan bertambah parah. Engkaulah yang mebuka pintu, dia yang masuk, kau katakan pada si pencuri itu: "Silahkan..." Ketika ia telah mencuri, engkau berteriak: "Maling...! Tolong...Tolong saya kemalingan".
Bila engkau mengerti bahwa semua laki-laki srigala dan engkau adalah domba, niscaya engkau akan lari dari mereka,sebagaimana domba lari dari srigala.

Kalau kau sadar bahwa mereka pencuri, engkau pun akan hati-hati sebagaimana seorang pelit takut kecurian.
Bila srigala hanya menginginkan daging domba saja,maka sesuatu yang diharapkan lelaki dari engkau lebih mulia dari daging domba itu. Kematian lebih baik bagimu daripada kehilangan sesuatu yang mulia itu. Lelaki itu mengharapkan sesuatu yang paling mahal bagimu,yaitu kehormatan yang menjadi kebanggaan,kemuliaan,dan dengan itu pula engkau hidup. Hidup wanita yang kehormatanya telah terenggut lelaki, sungguh 100 kali lebih pahit daripada kematian seekor domba yang mati diterkam srigala.
Ya demi Allah... Tidaklah seorang pemuda melihat gadis kecuali gadis itu dikhayalkanya dalam keadaan telanjang tanpa pakaian.

Demi Allah,begitulah. Yang kami bersumpah untuk kedua kalinya padamu. Jangan kau percaya apa yang dikatakan laki-laki, bahwa ia tidak akan melihat gadis kecuali akhlak dan budi bahasanya. Ia akan berbicara sebagai seorang sahabat,ia akan mncintainya sebagai seorang kawan. Demi Allah ia telah bohong! Bila engkau mendengar obrolan diantara anak-anak muda dalam kesepian mereka, engkau akan mendengar sesuatu yang mengerikan,senyuman yang diberikan pemuda kepadamu,kehalusan budi bahasa dan perhatian,semua itu tidak lain hanyalah merupakan perangkap rayuan untuk mencapai tujuannya,atau paling tidak, pemuda itu sendiri merasa bahwa itu adalah rayuan!
Setelah itu apa yang terjadi? Apa,wahai putriku? Coba kau pikirkan!
Kalian berdua sesaat berada dalam kenikmatan, kemudian engkau ditinggalkan dan engkau selamanya tetap akan merasakan penderitaan akibat kenikmatan itu. Pemuda tersebut akan terus mencari mangsa lain untuk diterkam kehormatanya, sedang engkau yang menanggung beban kehamilan dalam perutmu. Jiwamu menangis,keningmu tercoreng. Masyarakat yang zhalim dapat memaafkan pemuda itu dengan mengatakan: "Ia anak muda yang sesat lalu bertaubat". Tetapi engkau,selama hidupmu tetap berkubang kehinaan dan keaiban, masyarakat tidak akan memaafkanmu selama-lamanya.

Namun jika saat engkau bertemu pemuda kau busungkan dadamu, kau palingkan muka, kau tunjukkan kepribadian dan menghindar... dan kalau pengganggumu belum mengindahkan, sampai berbuat lancang lewat perkataan atau tangan usil, kau lepaskan sepatu dari kakimu lalu kau lemparkan ke kepalanya, bila semua ini engkau lakukan, maka semua orang dijalan akan membelamu. Setelah itu anak-anak nakal takkan mengganggumu dan gadis-gadis lagi. Dan tentu, -jika seorang pemuda yang shalih- akan datang kepadamu untuk minta maaf dan tidak mengulangi perbuatannya. Selanjutnya, ia akan mengharapkan hubungan yang baik dan halal. Ia akan datang melamarmu.

Wanita,bagaimanapun juga status sosial,kekayaan,popularitas,dan prestasinya,tidak akan mendapatkan sesuatu yang sangat diangan-angankan dan kebahagiaan kecuali dalam pernikahan. Menjadi istri yang baik,seorang ibu yang terhormat dan pendidik keluarga. Baik wanita itu seorang ratu,putri raja,atau seorang bintang film Hollywood kenamaan yang penuh dengan kegemerlapan dan mempesona kebanyakan wanita.

Aku mengenal dua sastrawati besar di Mesir dan Syiria,benar-benar sastrawati. Mereka telah meraih supremasi karya sastra dan kekayaan. Akan tetapi mereka kehilangan suami,lantas akalpun hilang dan mereka menjadi gila. Jangan pojokkan aku dengan menanyakan mereka,karena nama itu sudah terkenal.

Cita-cita wanita paling tinggi adalah pernikahan,walaupun ia seorang anggota parlemen, pemegang kekuasaan. Takkan ada seorangpun yang mau menikahi wanita pelacur.

Seorang yang bermaksud mau menikahi wanita baik pun, kalau ia ternyata sesat,orang itu akan pergi meninggalkanya. Kalau mau menikah, ia akan memilih wanita lain yang baik karena ia tidak rela bila ibu rumah tangga dan ibu putra-putrinya adalah seorang wanita amoral.

Seorang pria, sekalipun fasik, bila ditempat kelezatan tidak menemukan wanita yang mau mengorbankan kehormatanya dibawah telapak kakinya dan sesuka hati mau dijadikan barang mainan, bila pria itu sudah tidak mendapatkan perempuan lengah yang mau diajak kawin menurut agama iblis dan seperti kucing dibulan Februari, pria itu akan mencari istri menurut cara islam.

Maka, penyebab krisis pernikahan adalah kalian,wahai kaum wanita!
Kalau saja tidak karena wanita fasik,krisis pernikahan tidak akan terjadi dan kesempatan berbuat maksiat tidak akan meluas,lalu kenapa kalian tidak sadar?
Dan kenapa wanita-wanita mulia tidak berusaha meberantas malapetaka ini?
Kalian yang lebih patut dan lebih mampu daripada kaum lelaki untuk mlakukan usaha itu karena kalian lebih mengerti bahasa wanita dan cara menyadarkan mereka dan oleh karena yang menjadi korban kerusakan ini adalah kalian, para wanita terpelihara, mulia, wanita yang terjaga dan beragama.

Pada setiap rumah di Syiria terdapat gadis-gadis berusia cukup untuk nikah, tidak mendapatkan suami. Hal ini oleh karena pemuda sudah mendapatkan kekasih dan tidak butuh pada istri. Barangkali keadaan serupa terjadi dinegeri lain.

Maka bentuklah jamaah-jamaah dari kalian baik sastrawati,wanita brpendidikan,guru-guru sekolah,dan para mahasiswi untuk mengembalikan saudari-saudari kalian yang tersesat menuju kebenaran. Ajaklah mereka bertakwa kepada Allah. Bila mereka tidak mau bertakwa, peringatilah akan terjangkitnya suatu penyakit. Bila mereka masih tidak menurut,jelaskanlah dengan melihat kenyataan.

Katakanlah kepada mereka: "Kalian adalah gadis-gadis remaja putri yang cantik,oleh karena itu,banyak para pemuda menemui kalian dan berebut disekitar kalian. Akan tetapi apakah keremajaan dan kecantikan itu akan kekal?

Akan tetapkah yang remaja dengan keremajaanya dan yang cantik dengan kecantikanya? Benda apakah didunia ini yang bersifat kekal?
Bagaimana kelanjutanya,bila kalian sudah menjadi nenek-nenek dengan punggung bungkuk dan wajah berkeriput?
Saat itu,siapakah yang memperhatikan,menghormati,
dan mencintai seorang nenek?
Mereka adalah anak dan cucunya. Saat itulah nenek tersebut menjadi seorang ratu ditengah rakyatnya. Duduk diatas singgasana dengan memakai mahkota. Tetapi nenek yang lain,yang masih belum bersuami itu? Kalian sendri lebih tahu apa yg terjadi dengan nenek itu".

Di Brussel,disebuah trotoar yang ada dipersimpangan jalan,aku menyaksikan seorang nenek tua yang tak mampu menyangga kedua kakinya, anggota tubuhnya bergetar dimakan usia. Perempuan tua itu ingin menyeberang, sementara mobil-mobil disekelilingnya hampir saja melindasnya, tak seorangpun yang mau menggandeng tangannya.

Maka kukatakan kepada pemuda yang bersamaku: "Hendaknya salah seorang dari kalian menghampiri dan menolongnya".

Waktu itu kami bersama seorang kawan yaitu Ustadz Nadim Zhubayyan,ia telah tinggal di Brussel lebih dari 40 tahun. Beliau berkata kepadaku: "Tahukah anda bahwa nenek tua itu dahulunya adalah seorang primadona negeri dan banyak mebuat fitnah(ujian) bagi manusia? Para lelaki selalu menguntitnya dengan segenap hati(dan dengan apa yang dikantong mereka) untuk sekedar mendapatkan pandangan atau sentuhannya. Tetapi ketika masa bunganya telah habis dan kecantikanya sirna,tak seorangpun yang anda lihat mau menyentuh tangannya".

Apa kelezatan itu sebanding dengan penderitaan diatas?
Apakah akibat itu akan kita tukar dengan kelezatan sementara?


Dan nasehat-nasehat serupa, kalian para wanita, tidak memerlukan petunjuk orang lain dan tidak kehabisan cara untuk memberi nasehat kepada saudari-saudari kalian yang sesat dan patut dikasihani. Bila kalian tidak dapat mengasihani mereka,berusahalah untuk menjaga wanita baik-baik,gadis-gadis yang sedang tumbuh agar mereka tidak menempuh jalan yang salah itu.

Saya tidak minta kalian untuk mengubah secara drastis mengembalikan wanita masa kini kepada keadaan yang dimiliki wanita yang benar-benar muslimah. Tidak, kami tahu bahwa perubahan cepat itu mustahil. Ibaratnya malam yang gelap gulita dan pagi yang cerah bercahaya. Allah tidak akan memindahkan dari kegelapan kepada cahaya dalam sekejap.
Tetapi Dia memasukkan siang ke dalam malam dan engkau tidak merasakan perubahan itu. Seperti halnya jarum jam yang ada pada sebuah jam waktu. Engkau melihatnya diam tak bergerak. Tetapi lihatlah kembali setelah dua jam kemudian, niscaya engkau melihatnya telah berjalan.

Demikian pula dengan perubahan manusia dari masa kanak-kanak ke masa remaja,dari masa remaja ke masa tua. Sama halnya dengan perubahan sebuah negeri dari suatu keadaan kepada keadaan yang lain. Akan tetapi kembalilah ke jalan yang benar setapak demi setapak sebagaimana menerima kerusakan setapak demi setapak, kalian memendekkan pakaian sedikit demi sedikit.
Kalian pertipis kerudung dan sabar melalui masa yang panjang. Kalian lakukan perubahan ini sedangkan lelaki shalih tidak menyadari. Majalah-majalah porno menggalakkan masalah ini. Orang-orang fasik riang gembira, sampai akhirnya kita mencapai suatu keadaan yang tidak diridhai islam, bahkan tidak pula oleh agama nasrani, juga tidak dilakukan oleh para penyembah api yang berita mereka sudah kita baca di buku-buku sejarah. Bahkan hingga sampai pada suatu keadaan yang tidak dapat diterima hewan-hewan.

Dua ayam jago bila sama-sama menginginkan ayam betina, saling menyerang karena cemburu dan mebela. Tapi dipesisir Iskandariah Mesir dan Beirut, lelaki muslim tidak merasa cemburu wanita muslimah dilihat orang-orang asing, bukan saja wajahnya, kedua belah tangan dan juga bukan hanya leher mereka, tetapi terlihat segala yg ada pada tubuh mereka kecuali benda yang menjijikkan pemandangan bila terlihat dan lebih baik ditutup yaitu vagina dan buah dada.
Di club-club malam, suami-suami muslim menyuguhkan istri-istri mereka untuk berdansa berangkulan dengan lelaki asing, dada bertemu dada, perut bertemu perut, bibir dengan pipi, kedua tangan memeluk tubuh. Tetapi meskipun demikian, tak seorangpun protes. Di Universitas-universitas islam, mahasiswa muslim duduk dengan mahasiswi muslimah dengan aurat terbuka. Tak seorangpun orang tua muslim mengingkari.

Hal semacam ini banyak. Tidak dapat diatasi hanya dalam waktu sehari atau dalam waktu singkat, melainkan dengan kembali ke jalan yang benar, jalan yang semula kita lewati untuk menuju kejelekan. Walaupun jalan itu sekarang telah jauh. Orang yang tidak mau menempuh jalan panjang yang hanya satu-satunya ini,tidak akan pernah sampai.
Kita mulai dengan meberantas bercampurnya laki-laki dengan wanita dalam satu majelis tanpa hijab (ikhtilath). Dan tidaklah sama antara ikhtilath dengan membuka penutup wajah (cadar). Adapun menampakkan wajah, jika dengan menampakkanya tidak membahayakan si gadis dan serta tidak mengakibatkan pelanggaran terhadap kehormatanya maka masalahnya lebih ringan. Bahkan mungkin lebih ringan dari apa yang di negeri Syam kita sebut dengan hijab (yang ia kemudian disalah mengertikan, pen).
Ia tidak lain hanyalah sebagai penutup cacat, membentuk lekuk keindahan tubuh, dan untuk memperdaya orang yang memandang. Membuka, jika hanya sebatas pada wajah sebagaimana wajah yang diciptakan Allah tidaklah semua ulama sepakat mengharamkanya, meskipun kita memandang menutupnya adalah lebih baik dan lebih utama. Tetapi menutupnya saat ditakutkan terjadinya fitnah hukumnya adalah wajib.

Adapun ikhtilath adalah sesuatu yang lain. Tidaklah mesti gadis yang membuka wajahnya selalu bercampur baur dengan yang selain mahramnya. Tidak pula istri yang tanpa tutup wajah harus menyambut kawan suami dirumahnya, atau menyalaminya bila bertemu di kereta, bertemu dijalan.
Atau seorang gadis menjabat tangan pria di universitas, berbincang-bin
cang, berjalan seiring, belajar bersama untuk ujian dan lupa bahwa Allah menjadikan ia sebagai wanita dan si kawan sebagai pria, satu dengan yang lainya dapat saling terangsang. Baik wanita, pria,atau seluruh penduduk dunia tidak akan mampu mengubah ciptaan Allah, menyamakan dua jenis,atau menghapus rangsangan seks dari dalam jiwa mereka.

Saya memiliki beberapa makalah tentang persamaan gender(jenis kelamin). Disitu saya berbicara tentang beberapa hak dan kewajiban, pahala dan siksa, tetapi tidak dalam masalah pekerjaan, karena tidaklah mungkin seorang laki-laki hamil dan menyusui menggantikan para wanita. Sementara wanita,tidak mungkin berperang atau melakukan pekerjaan-pekerjaan berat menggantikan peran laki-laki, juga tidak pekerjaan-pekerjaan haram atau yang bisa mengakibatkan kepada yang haram.

Mereka yang menggembar-gemborkan emansipasi dan pergaulan bebas atas nama kemajuan adalah pembohong dilihat dari dua sebab:

Pertama, karena semua itu mereka lakukan untuk memberikan kepuasan kepada diri mereka sendiri, memberikan kenikmatan melihat anggota badan yang terbuka itu dan kenikmatan-kenikmatan lain yang mereka bayangkan. Akan tetapi mereka tidak berani berterus terang. Oleh karena itu, mereka bertopeng dengan kalimat yang mengagumkan, yang sama sekali tidak ada artinya; kemajuan, modernisasi, kehidupan kampus, jiwa olahraga, dan ungkapan-ungkapan lain yang kosong tanpa makna, bagaikan gendang.
Kedua, mereka bohong oleh karena bermakmum pada Eropa, menjadikan Eropa sebagai suluh,dan mereka tidak dapat memahami kecuali berdasarkan Eropa. Kebenaran,menurut mereka bukan kebalikan kebatilan. Akan tetapi kebenaran adalah segala sesuatu yg datang dari sana,dari Paris,London,Berlin,dan New York. Sekalipun berupa dansa,porno,pergaulan bebas di universitas,buka aurat di lapangan dan telanjang di pantai (atau kolam renang). Kebatilan adalah segala sesuatu yang datang dari sini,dari al-Azhar di Mesir, sekolah-sekolah islam di Timur dan dari masjid-masjid islam. Walaupun itu berupa kehormatan, petunjuk kebenaran, keterpeliharaan, dan kesucian. Suci hati dan badannya.

Di Eropa dan Amerika, seperti kita baca dan dengar dari mereka yang mengunjungi negeri-negeri itu,terdapat banyak keluarga yang tidak rela dan tidak mengizinkan pergaulan bebas. Di Paris, ya di Paris! Banyak para bapak dan ibu yang melarang anak gadis mereka berjalan dengan seorang pemuda atau pergi bersama ke gedung bioskop. Bahkan mereka tidak diperbolehkan nonton kecuali film-film yang sudah diketahui jalan ceritanya,dan mereka tahu benar bahwa dalam film-film itu tidak ada adegan porno dan jorok. Yakni; adegan-adegan yang sangat disayangkan selalu terdapat dalam acara-acara untuk muda-mudi yang oleh perusahaan film Mesir yang bodoh dinamakan seni perfilman. Mereka bodoh mengenai film seperti juga mereka bodoh tentang agama. Mereka katakan adegan-adegan itu sebuah seni perfilman.

Kata mereka:
"Pergaulan bebas itu dapat mengurangi nafsu birahi,mendidik watak dan dapat menekan kegiatan seksualitas didalam jiwa".
Untuk menjawab ini saya limpahkan pada mereka yang telah mncoba pergaulan bebas di sekolah-sekolah, yaitu Rusia yang tidak beragama, yang tidak pernah mendengar petuah ulama dan pendeta. "Bukankah mereka telah meninggalkan percobaan ini setelah melihat bahwa hal ini amat merusak?"

Amerika, apakah mereka belum membaca,bahwa problem Amerika, adalah semakin meningkatnya siswi-siswi hamil? Karena itu,mereka mengajarkan pelajaran seks di sekolah-sekolah. Artinya,mereka menuangkan bensin kedalam api. Sebab mereka menjelaskan kepada para gadis yang suci dan tidak mengerti soal seksualitas,apa yang tersembunyi dari aurat laki-laki,serta apa yang dilakukan laki-laki jika sedang berduaan dengan wanita.

Sementara, ada setan-setan dari jenis manusia yang mengajak kita agar melakukan seperti apa yang mereka lakukan. Sebagaimana mereka juga membiasakan dan melatih para siswi sekolah-sekolah menengah untuk menggunakan pil pencegah kehamilan.

Siapa yang akan merasa bahagia bila universitas-universitas Mesir,Syria,(Indonesia),dan seluruh negeri-negeri islam mengalami persoalan yang sama?

Saya tidak berbicara kepada para pemuda. Saya tidak ingin mereka mendengar. Saya tahu bahwa mungkin mereka menyanggah dan mentertawakan saya. Karena saya telah menghalangi mereka menikmati kelezatan yang benar-benar mereka peroleh.

Akan tetapi saya berbicara pada kalian,putri-putriku !!
Wahai putriku yang beriman dan beragama!
Putriku yang terhormat dan terpelihara !
Ketahuilah ! bahwa yang menjadi korban semua bukan orang lain kecuali engkau. Oleh karena itu, jangan berikan diri kalian sebagai korban iblis. Jangan dengarkan ucapan mereka yang merayumu dengan pergaulan demi kebebasan, modernisasi, kema
juan,dan kehidupan kampus. Sungguh kebanyakan orang yang terlaknat itu tidak beristri dan tidak punya anak, mereka sama sekali tidak peduli dengan kalian selain untuk pemuas kelezatan sementara. Sedang saya adalah seorang ayah dari beberapa gadis. Bila saya membela kalian,berarti saya membela putri-putriku sendiri. Aku ingin kalian bahagia seperti yang aku inginkan untuk putri-putriku.

Sesungguhnya tak ada yang mereka kagumi selain memperkosa kehormatan gadis yang sudah sirna. Kemuliaan yang tercela tidak akan pernah kembali, dan begitu juga dengan martabat yang hilang.

Bila anak putri telah jatuh, tak seorangpun diantara mereka mau membimbing tangannya,a tau mengangkat dari lembah kejatuhan, yang engkau dapati, mereka saling memperebutkan kecantikan gadis itu, selama kecantikan itu masih ada.
Bila sudah hilang, mereka pun pergi meninggalkan anak putri tersebut.
Sebagaimana anjing-anjing meninggalkan bangkai yang tak berdaging sedikitpun.

Inilah nasihatku padamu, putriku.
Inilah kebenaran, selain ini jangan percaya.
Sadarlah bahwa ditanganmulah, bukan ditangan kami kaum lelaki, kunci pintu perbaikan.
Bila mau, perbaikilah diri kalian, dengan demikian umatpun akan menjadi baik.


* Yakni ketika mnulis makalah ini,sedang beliau pd tahun 1406 H memasuki usia 80 tahun.

Disalin dari Buku "Putriku, Kembalilah ke Jalan Tuhanmu", Syaikh Ali Thanthawi, Darul Haq.

Robin Andespa

Kamis, 22 April 2010

Cinta Allah Menyelamatkan dari Azab

Heart Pictures, Images and Photos



Cinta kepada Allah adalah cinta yang dapat menyelamatkan seorang hamba dari azab Nya. Maka, seharusnya seorang hamba tidak mengganti cinta itu untuk selamanya.

Seorang ulama pernah ditanya, "Apa ada ayat di dalam Al-Qura'an yang menyatakan bahwa kekasih tidak akan mengazab kekasihnya?"

Ia menjawab, "Ada, pada firman Allah ta'ala,
"Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan : 'Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih Nya,' Katakanlah : 'Maka mengapa Allah menyiksa kalian karena dosa-dosa kalian?' " (Al-Maa-'idah: 18)

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Allah ta'ala tidak akan mengazab kekasih Nya, namun Dia akan mengujinya di dunia." (HR.Ahmad)

Imam Ahmad menuturkan dari Sayyar, dari Ja'far, dari Abu Ghalib, ia berkata bahwa perkataan berikut ini adalah pesan dari Nabi Isa bin Maryam,
"Wahai kaum Hawariyin (1), buatlah Allah mencintai kalian dengan kebencian pada pelaku maksiat. Mendekatlah kalian kepada Nya dengan murka mereka. Raih ridha Nya dengan kemarahan mereka."

Para hawariyin bertanya, "Wahau Nabi Allah, jika demikian, dengan siapa kami akan duduk (berteman)?"

Ia menjawab, "Duduklah bersama orang yang kata-katanya dapat menambah amal kalian, maka jika kalian melihatnya, akan mengingatkan kalian kepada Allah, serta ilmunya dapat membuat kalian zuhud terhadap dunia."

Sebagai bukti bahwa bila kita menghadap Allah maka akan mendapat balasan di dunia, maka Allah menghadapkan hati hamba2 Nya kepada orang yang menghadap Nya, Dia juga akan memalingkan hati hamba-hamba Nya dari orang yang berpaling dari Nya. Sebab, hati hamba-hamba Nya itu ada di tangan Nya, bukan di tangan mereka.

Imam Ahmad berkata bahwa Harim bin Hayyam pernah mengatakan,
"Jika seorang hamba mengahadapkan hatinya kepada Allah, niscaya Allah akan mengahadapkan hati orang-orang mukmin kepadanya, agar ia mendapat kasih sayang dan rahmat dari mereka."

Hati selalu bersifat cendrung mencintai orang yang berbuat baik kepadanya, dan mencintai semua kebaikan. Setiap kebaikan yang sampai kepada hamba itu berasal dai Allah, seperti yang difirmankan oleh Nya,
"Dan apa saja nikmat yang ada pada kamj, maka dari Allah lah (datangnya).." (an-Nahl: 53)

Jadi betapa kejinya orang yang hatinya sibuk dengan cinta kepada selain Allah di hadapan Nya.

Imam Ahmad menuturkan dari Abu Mu'awiyah, dari al A'masy dari Minhal dari Abdullah bin Harits, ia berkata,
"Allah berfirman kepada Nabi Daud, "Wahai Daud, cintailah Aku, dan buatlah hamba-hamba Ku mencintai Ku, dan buatlah aku mencintai hamba2 Ku,"
Daud berkata,
"Ya Tuhan, aku bisa mencintai Mu dan membuat hamba2 Mu mcintai Mu. Tapi bagaimana bisa membuat Mu mencintai hamba2 Mu?"
Allah ta'ala berfirman,
"Ingatkan Aku pada mereka, agar mereka hanya ingat kebaikan dari Ku"

Di antara permohonan terbaik kepada Allah adalah memohon cinta Nya, cinta orang yang mencintai Nya, dan mencintai semua amalan yang dapat mendekatkan diri kepada cinta Nya.

"Ya Allah aku memohon kepada Mu cinta Mu dan cinta orang2 yang mencintai Mu, serta mencintai semua amalan yang dapat mendekatkan aku kepada cinta Mu."

"Ya Allah, apa yang Engkau anugerahkan kepadaku dari apa2 yang kucintai, maka jadikanlah itu sebagai kekuatan bagiku tentang apa yang Engkau cintai. Dan Apa-apa yang Engkau hindarkan (tahan) dari apa yang kucintai, maka jadikanlah itu sebagai kekosongan bagiku tentang apa yang Engkau cintai"

"Ya Allah, jadikanlah cinta Mu lebih kucintai dari keluargaku, hartaku, dan air yang dingin di kala kehausan"

"Ya Allah, buatlah aku mencintai Mu, mencintai para malaikat Mu, mencintai para nabi Mu, dan rasul Mu, dan mencintai hamba2 Mu yang sholeh. Jadikanlah aku sebagai orang yg mencintai Mu, mencintai para malaikat Mu, mencintai para nabi Mu, dan rasul Mu, dan mencintai hamba2 Mu yang sholeh."

"Ya Allah hidupkan hatiku dengan cinta Mu dan jadikanlah aku menjadi seperti yang engkau sukai"

"Ya Allah, jadikanlah aku mencintai Mu dengan sepenuh hatiku dan buatlah aku ridha kepada Mu dengan segenap upayaku"

"Ya Allah jadikanlah seluruh cintaku hanya untuk Mu, dan seluruh upayaku hanya untuk meraih ridha Mu."

Doa ini adalah tongkat penyangga kemah Islam, yang menjadikan Islam berdiri tegak. Ini juga merupakan hakikat dari syahadat la ilah illallaha wa anna Muhammadan rasulullah.

Orang yang menjalankan hakikat ini adalah,
"Dan orang2 yang memberikan kesaksiannya" (al-Ma'aarij: 33)



(1)Kaum hawary adalah para penolong Nabi Isa.

~Najwa Az Zahrah~
Taman Para Pecinta
Ibnu Qayyyim Al Jauziyyah

Minggu, 18 April 2010

Memilih Calon Istri

Kalau yang ini untuk yang ikhwan, dan juga untuk yang akhwat. Akhwat seperti apakah yang akan dipilih oleh ikhwan yang baik ? Marii kita baca lagi nih note Ummu Sumayyah, sharing cerita dengan Ummu Sumayyah tidak sedikit membuat para akhwat begitu mendambakan sebuah keluarga yang 'bahagia', dimana setiapnya memiliki tempat dan tanggung jawab peran terhadap posisi masing-masing. Sebagai seorang suami, dan seorang istri, 'mutiara suamiku'. dan juga buah hati mereka, seorang anak.

**

Nasehat Memilih Istri

Sedih aku. Kenapa ada ikhwan yang menolak akhwat hanya gara-gara fisik?! Padahal akhwat itu baik, cerdas, faham agama pula. Pokoknya insya Allah ia sholihah, tapi kenapa ada ikhwan yang menolaknya hanya gara-gara dia tidak cantik?!

Mereka, para ikhwan yang mementingkan kecantikan itu, mungkin beralasan dengan berkata bahwa cantik kan termasuk di dalam syarat-syarat wanita untuk dinikahi?! Mereka pun mungkin akan bilang bahwa haditsnya shahih lho! Tapi sayang, mungkin mereka nggak baca sampai akhir kalimat bahwa memilih wanita yang baik agamanya itu lebih selamat!

Mereka mungkin terus bilang, kalau mencari istri yang baik agamanya yang kebetulan cantik boleh khaaan?! Ya memang boleh, tapi pas kebetulan nggak cantik langsung di tolak khaaan?!

***

Ah, andai saja mereka tahu bahwa di zaman sekarang ini orang yang kaya itu akan semakin kaya dan yang miskin akan semakin miskin. Dan istri yang hebat di zaman ini adalah yang sanggup hidup miskin. Dan istri yang bijak di zaman ini adalah yang sanggup hidup kaya. Semua kan bisa bilang ‘saya siap hidup susah’ tapi dia nggak akan sanggup kalau nggak hebat. Semua juga siap hidup enak tapi dia akan bangkrut kalau nggak bijak.

Andai saja mereka tahu bahwa istri yang hebat dan bijak itu hanya ada pada istri yang sholihah. Dia lah yang qanaah, yang sanggup hidup dalam keadaan apapun yang diberikan suaminya kepadanya. Dia akan merasa cukup atas apa yang ada. Dan akan bersyukur atas kehidupan yang menyenangkan seperti dia akan bersabar atas kehidupan yang menyusahkan.

***

Mungkin para ikhwan itu hanya memaknai wanita yang baik agamanya itu sebagai wanita yang pakai jilbab panjang dan manis kalau tersenyum. Yang mungkin dari jilbab wanita tersebut mereka bisa menilai bahwa ia faham agama, dan dari senyumannya mungkin mereka bisa menilai bawa ia baik akhlaknya. Tapi mereka tidak tahu bahwa panjangnya jilbab dan manisnya senyuman hanyalah apa yang tampak di luar, sedangkan yang tidak tampak akan mereka ketahui setelah menikah.

Mereka akan tahu istri mereka sebenarnya ketika mereka sudah serumah dengannya, bukan di rumah orang tua ataupun di rumah mertua. Karena di rumah sendiri akan tampaklah seorang istri itu sebagai dirinya sendiri, bukan sebagai anak orangtuanya yang manja dan selalu diturutkan keinginannya, ataupun sebagai menantu yang rajin dan akan selalu menampakkan kebaikan kepada mertuanya.

Mungkin sebaiknyalah orang-orang yang sudah menikah itu tinggal di rumahnya sendiri, walaupun harus kontrak atau kredit. Karena di rumah itu akan tampaklah sifat asli istri dalam menyikapi hidup yang diberikan suaminya kepadanya. Mereka akan tahu apakah jilbab isteri mereka membuktikan kefahamannya dalam agama, dan apakah manis senyuman mereka membuktikan kebaikan akhlaknya. Tetap dia pakaikah jilbab yang panjang itu ketika terik matahari panas menghujam?! Tetap adakah senyuman manis itu ketika lebat turunnya hujan?!

***

Isteri yang sholihah, dialah yang qanaah.
Yang tahu hari tak selalu cerah tapi dia tak berubah.

Istri yang sholihah itu tidak harus kaya, kalau pun kaya Alhamdulillah.
Dia juga tidak harus cantik, kalau pun cantik itu hadiah.

Isteri yang sholihah itu adalah yang qana’ah, senangnya berada di rumah.
Keluar rumah hanya dengan suaminya atau setidaknya dengan izinnya.
Dia tahu barang-barang telah mengalami kenaikan harga,
dan tidak menyusahkan suaminya dengan segala tuntutannya.

Ada juga memang wanita yang bekerja di luar rumah,
tapi yang sholihah, dia mau berhenti kerja kalau suaminya memerintahkannya,
dan tetap bekerja kalau suaminya meridhoinya.

***

Kau mungkin bingung bagaimana mungkin mendapatkan wanita shalihah
sementara sedari tadi aku terus berkata yang shalihah adalah yang qanaah,
sedangkan qanaah itu tidak tampak di mata.

Yang jelas, nggak usah muluk-muluk cari yang cantik,
karena yang cantik seperti bintang di langit.
Mungkin dia mudah ditemukan, bahkan di gelap malam,
tetapi sadarilah dia tak mudah dijangkau tangan.
Ketika itu pun kau mungkin melihatnya berkilauan,
tetapi sadarilah ketika siang dia menghilang.

Isteri yang sholihah itu seperti mutiara di dasar laut,
tak selalu putih terkadang terbungkus lumut.
Di dalam cangkangnya dia senang berada,
menjaga diri dan tak mudah digoda.

Kau mungkin harus menyelam untuk menemukannya.
Tapi kau akan tahu seberharga apa dia ketika kau mendapatkannya.

***

“Tiada kekayaan yg diambil seorang mukmin setelah takwa kepada Allah yang lebih baik dari istri sholihah.” [Hadits Riwayat Ibn Majah]

-Mutiara-
yang berusaha menjadi seberharga namanya

'Tuk Calon Suamiku

Banyak hal yang dapat di share, terutama oleh sesama akhwat, dari akhwat untuk akhwat. Baik soal fitnah wanita yg kian marak, ttg ilmu dien, kajian, kesehatan, dapur, keuangan, sekolah anak, mengasuh anak, hingga para ummahat berbagi cerita pesan dan nasehat bagi akhwat muda.

Yang terakhir ini tidak akan pernah habis-habisnya dibahas. Yaitu, dambaan calon suami. Dambaan para akhwat. Selalu jadi ilmu yang hangat di kalangan akhwat. Saya rasa begitu jg di kalangan ikhwan. Hal yang manusiawi, karena wanita tercipta untuk laki-laki, dan begitu sebaliknya. Apalagi yang masih muda2, yang semata-mata sangat kuatir dengan keadaan masyarakat saat ini yang jauh dari nilai-nilai islam. Emang menikah adalah salah satu yang dapat dilakukan untuk menjaga pandangan, dan kehormatan seorang akhwat. Maka tak heran ini manjadi topik yang penting, memilih pasangan hidup. Terutama untuk para akhwat yang tidak ingin mempertaruhkan agamanya dalam memilih pasangan hidup, yang dapat mengantarkan kita ke surga Nya..


Ummu Sumayyah,
' ntuk calon suamiku'

Begitu judul file txt di laptop suamiku, tulisanku dulu sebelum nikah… untuk (mantan) calon suamiku, suamiku sekarang.



***


WAHAI CALON SUAMIKU



ketahuilah…

sesungguhnya tidaklah aku ingin menikah melainkan karena aku tidak ingin mati dalam keadaan agamaku ini hanya setengah. [1]

dan tidaklah aku ingin menjadi orang yang menikah melainkan karena aku meyakini janji Alloh bagi orang yang menikah itu benar adanya.



tahukah kau bahwa setiap hubungan suami isteri yang halal itu adalah sedekah yang dapat mendatangkan pahala?! [2]

tahukah kau bahwa hanya dengan merengkuh tangan isteri maka berguguranlah dari jari jemari dosa-dosa?! [3]

dan tahukah kau bahwa bila seorang isteri meninggal dunia sementara suaminya dalam keadaan ridha padanya maka ia akan masuk surga?! [4]

dan bila semasa hidup dia taat kepada Alloh dan taat pula kepada suaminya maka ia boleh memasukinya dari pintu mana pun yang ia suka?! [5]

duhai, calon suamiku…

tidak lah aku ingin menjadi seorang isteri melainkan karena janji Alloh yang satu ini.

karena sesungguhnya aku takut mengetahui bahwa penghuni neraka itu kebanyakan wanita. [6]

dan hanya kepada Alloh aku berharap perlindunganNya dan petunjukNya di manapun aku berada.



wahai calon suamiku…

telah ditakdirkan Alloh bahwa akhirnya engkau memilihku.

semoga inilah perlindungan dan petunjuk yang Dia berikan agar aku bisa mendapatkan kebenaran janji Alloh itu…



namun, wahai calon suamiku,

aku ingin kau menyadari bahwa aku bukanlah makhluk yang sempurna seperti juga dirimu.

maka mengertilah bahwa setelah kita menikah nanti akan banyak hal baru yang akan sama-sama kita ketahui

insya Alloh, akan kujaga apa yang harus kujaga darimu,

dan kuharap kau pun menjaga apa yang harus kau jaga dariku. [7]



bila kau menemukan ketidaksukaanmu padaku karena kekuranganku

maka bersabarlah, calon suamiku…

karena kadang-kadang pada sesuatu yang tidak kau sukai, Alloh menjadikan kebaikan padanya. [8]

temukanlah kelebihan yang kau sukai dari diriku,

bukankah kau memiliki alasan mengapa kau ingin menikahiku?! [9]



tetapi, wahai calon suamiku…

bila ketidaksukaan yang kau temukan itu adalah karena kesalahanku,

maka nasehatilah aku, pisahkanlah tempat tidurku dan pukullah aku bila akhirnya aku meninggalkan kewajibanku. [10]

namun janganlah kau bermaksud menyakitiku hingga membahayakan hidupku karena aku adalah bagian dari dirimu. [11]



janganlah kau luruskan kebengkokanku, karena aku bisa patah [12]

tetapi berhati-hatilah terhadapku, karena aku bagaikan gelas kaca [13].

ingatlah bahwa manusia yang baik adalah yang baik pada keluarganya,

dan lelaki yang baik adalah yang baik pada isterinya. [14]



dan cukuplah engkau menjadikan aku seseorang yang patuh kepadamu dengan menjadi seseorang yang pantas aku patuhi.

sehingga aku mempunyai alasan mengapa aku harus berhias setiap hari,

dan mengapa aku harus menjaga diriku, kehormatan dan juga hartamu saat kau tidak ada di sisi… [15]



jadikanlah aku sebaik-baik perhiasan duniamu [16], hartamu yang paling berharga [17]…



-Mutiara-



*Footnote

1. Hadits Riwayat Al-Hakim, artinya: Barangsiapa menikah, maka dia telah menguasai separuh agamanya, karena itu hendaklah ia bertakwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi.

2. Hadits Riwayat Muslim, artinya: dan kalian jima’ dengan isteri pun sedekah. Bukankah bila syahwat disalurkan pada tempat yang haram maka akan mendapatkan dosa? Maka demikian pula bila disalurkan pada tempat yang halal, maka akan mendapatkan pahala.

3. Riwayat Maisarah, artinya: Sungguh, ketika suami isteri saling memperhatikan, maka Allah memperhatikan keduanya dengan penuh rahmat. Manakala suami merengkuh telapak tangan isteri (meremas-remasnya), berguguranlah dosa-dosa keduanya dari sela-sela jari-jemari.

4. Hadits Riwayat Ibnu Majah, artinya: Siapapun wanita yang meninggal dunia sedang suaminya meridhainya maka dia akan masuk surga.

5. Hadits Riwayat Ath Thabrani, artinya: jika seorang wanita mengerjakan shalat 5 waktu, berpuasa satu bulan penuh (Ramadhan), dan mentaati suaminya, maka hendaklah ia memasuki dari pintu surga manapun yang dia kehendaki.

6. Hadits Riwayat Bukhari, artinya: Telah diperlihatkan api naar kepadaku, kulihat mayoritas penghuninya adalah kaum wanita.

7. (a) Hadits Ibnu Abi Syaibah, artinya: Di antara manusia yang paling rendah derajatnya di sisi Allah padahari kiamat adalah seorang suami yang jima’ dengan isterinya lalu menyebarkan rahasianya. (b) Hadits At Tirmidzi, artinya: dan hak kalian (suami) atas mereka (isteri) adalah mereka tidak mengajak orang yang kalian benci untuk mendatangi tempat tidur kalian serta tidak mengizinkan orang yang kalian benci memasuki rumah kalian

8. An Nisa’: 19, artinya: Dan bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.

9. Hadits Riwayat Bukhari, artinya: Seorang wanita dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, keturunanannya,, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah wanita yang taat beragama niscaya kamu akan beruntung.

10. An Nisa’: 34, artinya: Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya (meninggalkan kewajiban sebagi isteri), maka nasehatilah, pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menta’atimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya.

11. (a) Al-Hujurat: 10, artinya : Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara” (b) Hadits Riwayat: artinya : Perumpamaan kaum muslimin dalam cinta kasih, dan lemah lembut serta saling menyayangi antara mereka seperti satu jasad (tubuh) apabila satu anggotanya merasa sakit, maka seluruh jasadnya ikut merasa sakit.

12. Hadits Riwayat Bukhari, artinya: Bersikap baiklah terhadap wanita. Karena mereka itu diciptakan dari tulang rusuk. Dan bagian yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah yang paling atas. Kalau kamu berusaha meluruskannya, maka ia akan patah.

13. Hadits Riwayat Bukhari, artinya: Wahai Anjasyah, perlahanlah, sebab bawaanmu adalah gelas-gelas kaca.

14. (a) Hadits Riwayat At Tirmidzi dan Ibnu Majah, artinya: sebaik2 kalian adalah yang baik kepada keluarganya. (b) Hadits Riwayat Imam Hakim: artinya: sebaik-baik kalian adalah yang baik kepada isterinya

15. Hadits Riwayat Ahmad, artinya: Apakah kalian mau saya beritahu tentang simpanan seseorang yang paling berharga? Yaitu wanita sholihah yang suaminya menjadi bahagia bila memandangnya, bila diperintah segera dipenuhi, dan bila suaminya tidak ada dia menjaga kehormatannya.

16. Hadits Riwayat Muslim, artinya: Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita sholihah.

17. Lihat No. 15

~"Istri Yang Sholehah, Ia lah Mutiara Bagi Suami~

Di Balik Kain Yang Menjulur Itu


Di balik kain panjang menjulur itu,

ia hanyalah seorang biasa yang tidak beda dengan wanita lainnya,

memiliki sifat buruk dan banyak kekurangan.


Dengan mengharapkan rahmat dan taufik Allah ta'ala,

insya Allah mau mengikuti kebenaran.


Jangan ributkan kain panjang yang hampir menutupi seluruh tubuhnya,

itu hanyalah pakaian yang dapat lebih menjaga kehormatannya.

Setiap manusia tercipta memiliki sifat dan watak yang berbeda.


Dibalik kain yang menjulur itu,

ia bukanlah sosok wanita sempurna,

jauh dari sebuah kesempurnaan.

Ia memiliki sifat yang buruk yang tidak lebih baik dari wanita lainnya,

Ia juga memiliki banyak kekurangan yang lebih banyak dari wanita lainnya.



Namun,

di saat kebaikan dan kebenaran itu datang padanya,

ia pun akan berusaha mengikuti kebaikan itu,

belajar dan mau menerima nasehat yang layakya obat pahit,

yg dari pahitnya itu akan menyembuhkan penyakit.

Mau mengikuti kebenaran dengan tidak mengulangi kesalahan.

Berilah ia waktu dan kesempatan.

Inilah saat dimana ia dapat menjadi lebih baik lagi dari waktu ke waktu.

Menjadi lebih baik di dunia terlebih akhirat.


Hargailah,

Jangan remehkan keputusan yang ia ambil.

Sungguh,

keputusan itu bukanlah hal yang mudah dijalani tanpa dukungan & keistiqomahan.

Jangan pojokkan ia disaat ia salah dengan caranya,

Berilemah lembutlah dalam bernasehat,

Kemudian ajaklah berdiskusi.


Jangan hina bahkan janganlah caci ia dengan segala keburukannya.

Keburukannya akan menjadikan ia lebih baik lagi.

Beritahu dan tegurlah,

jangan salahkan ketidakpantasan kain yang menjulur ditubuhnya.

ia hanya seorang wanita biasa tidak lebih baik dan suci dari yang lainnya.


Tidaklah ini sesuatu yang berlebihan,

Sungguh ini hanyalah sebentuk usaha,

Kuantitas hidup dan kualitas hidup dirinya.

Mengamalkan ilmu sebelum ia membagikannya.

Yang kelak sedikit apapun ilmu yang ia dapat akan dipertanggung jawabkan.


Sekali lagi,

Kain panjang yang menjulur di tubuhnya,

semata-mata itu hanyalah cara ia menjaga dirinya,

melindungi dan menghargai dirinya,

sebagai seorang wanita.


Tidak lebih,

dan semoga Allah menjaukannya dari sifat riya.


Doakan dan berilah dukungan.

Bantulah ia dalam menjalankan perintah agamanya.

Menempuh jalan yang benar itu tidak mulus,

Akan menemukan lebih banyak ritangannya.

Banyak kerikil dan batuan-batuan besar.


Sertailah ia selalu dalam doamu,

Agar di ridhoai untuk tetap berada di jalan yang benar.



~Najwa Az Zahrah~

Cukuplah Allah Bagiku

Ruang Dinda 02:15

*sepinya malam