Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Mei 2010

Cinta & Diam


Bila belum siap melangkah lebih jauh dengan seseorang,
cukup cintai ia dalam diam ...

karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya ...
kau ingin memuliakan dia,
dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan yang terlarang,
kau tak mau merusak kesucian dan penjagaan hatinya..
karena diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu..
menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu ..

karena diammu bukti kesetiaanmu padanya ..
karena mungkin saja orang yang kau cinta adalah
juga orang yang telah Alloh ta'ala. pilihkan untukmu ...

ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan ALi ?
yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan ...
tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah

karena dalam diammu tersimpan kekuatan ... kekuatan harapan ...
hingga mungkin saja
Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata,
hingga cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata ...
bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap padanya ?

dan jika memang,
'cinta dalam diammu' itu tak memiliki kesempatan u/ berbicara di dunia nyata,
biarkan ia tetap diam ...




jika dia memang bukan milikmu,
Allah melalui waktu akan menghapus 'cinta dalam diammu' itu
dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat ...

biarkan 'cinta dalam diammu' itu,
menjadi memori tersendiri,
dan sudut hatimu menjadi rahasia antara kau dengan Sang Pemilik hatimu ...



Menjaga hati lebih utama,
jika tidak dikatakan maka tidak akan ada yang tau selain Dia pemilik hati ini.
Merahasiakannya dengan mengharapkan suatu kesucian akan cinta.

Allah tahu yang terbaik untuk kita,
termasuk kepada siapa cinta ini akan diberikan,
dan siapa yang akan membalasnya.

Mencintai tidak melebihi cinta pada Nya,
sehingga mencintai sesuatu karena Nya
akan menambahkan rasa cinta,
dan mendekatkan kita pada yang menganugerahkan rasa cinta ini.


Semoga Allah menjaga hati dan cinta kita dengan senantiasa mengharapkan ridho Nya.




~Najwa Az Zahra~
Diam dan Cinta



hearts Pictures, Images and Photos
.. Lautan cinta tak berpantai, Sungai cinta tak bermuara ..
hearts Pictures, Images and Photos

The Reason i Keep Fighting For ....



Apabila cinta tidak berhasil…


BEBASKAN dirimu .

heart Pictures, Images and Photos


Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya ,

dan terbang ke alam bebas LAGI .



~ Najwa Az Zahra~
Semua Akan Indah Jika Sudah Pada Waktunya

Senin, 26 April 2010

Tentang Cinta


Ya Allah,.. Ya Rahman,.. Ya Rohim,..

Wahai yang membolak-balikkan hati,
Engkaulah Maha Pemilik dan Pemberi 'rasa ini'.

Bila rasa ini 'tumbuh' bukan pada SAAT, WAKTU, dan
DENGAN Orang yang TEPAT.

Maka gantikanlah rasa ini, dengan rasa cinta dan sayang..
yang harus aku berikan untuk Saudara Seimanku sebagaimana semestinya.
Amin...


rain Pictures, Images and Photos


Semoga dengan panjatan kalimat tersebut, Allah langsung menggantikannya 'rasa itu' dengan rasa yang terbaik dan setepatnya.

Tanpa perlu kita mengethui sesuatu hal yang menyakitkan terlebih dahulu. (dalam kasat mata manusia).

~Najwa Az Zahrah~
Belajar cinta

Kamis, 22 April 2010

Cinta Allah Menyelamatkan dari Azab

Heart Pictures, Images and Photos



Cinta kepada Allah adalah cinta yang dapat menyelamatkan seorang hamba dari azab Nya. Maka, seharusnya seorang hamba tidak mengganti cinta itu untuk selamanya.

Seorang ulama pernah ditanya, "Apa ada ayat di dalam Al-Qura'an yang menyatakan bahwa kekasih tidak akan mengazab kekasihnya?"

Ia menjawab, "Ada, pada firman Allah ta'ala,
"Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan : 'Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih Nya,' Katakanlah : 'Maka mengapa Allah menyiksa kalian karena dosa-dosa kalian?' " (Al-Maa-'idah: 18)

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Allah ta'ala tidak akan mengazab kekasih Nya, namun Dia akan mengujinya di dunia." (HR.Ahmad)

Imam Ahmad menuturkan dari Sayyar, dari Ja'far, dari Abu Ghalib, ia berkata bahwa perkataan berikut ini adalah pesan dari Nabi Isa bin Maryam,
"Wahai kaum Hawariyin (1), buatlah Allah mencintai kalian dengan kebencian pada pelaku maksiat. Mendekatlah kalian kepada Nya dengan murka mereka. Raih ridha Nya dengan kemarahan mereka."

Para hawariyin bertanya, "Wahau Nabi Allah, jika demikian, dengan siapa kami akan duduk (berteman)?"

Ia menjawab, "Duduklah bersama orang yang kata-katanya dapat menambah amal kalian, maka jika kalian melihatnya, akan mengingatkan kalian kepada Allah, serta ilmunya dapat membuat kalian zuhud terhadap dunia."

Sebagai bukti bahwa bila kita menghadap Allah maka akan mendapat balasan di dunia, maka Allah menghadapkan hati hamba2 Nya kepada orang yang menghadap Nya, Dia juga akan memalingkan hati hamba-hamba Nya dari orang yang berpaling dari Nya. Sebab, hati hamba-hamba Nya itu ada di tangan Nya, bukan di tangan mereka.

Imam Ahmad berkata bahwa Harim bin Hayyam pernah mengatakan,
"Jika seorang hamba mengahadapkan hatinya kepada Allah, niscaya Allah akan mengahadapkan hati orang-orang mukmin kepadanya, agar ia mendapat kasih sayang dan rahmat dari mereka."

Hati selalu bersifat cendrung mencintai orang yang berbuat baik kepadanya, dan mencintai semua kebaikan. Setiap kebaikan yang sampai kepada hamba itu berasal dai Allah, seperti yang difirmankan oleh Nya,
"Dan apa saja nikmat yang ada pada kamj, maka dari Allah lah (datangnya).." (an-Nahl: 53)

Jadi betapa kejinya orang yang hatinya sibuk dengan cinta kepada selain Allah di hadapan Nya.

Imam Ahmad menuturkan dari Abu Mu'awiyah, dari al A'masy dari Minhal dari Abdullah bin Harits, ia berkata,
"Allah berfirman kepada Nabi Daud, "Wahai Daud, cintailah Aku, dan buatlah hamba-hamba Ku mencintai Ku, dan buatlah aku mencintai hamba2 Ku,"
Daud berkata,
"Ya Tuhan, aku bisa mencintai Mu dan membuat hamba2 Mu mcintai Mu. Tapi bagaimana bisa membuat Mu mencintai hamba2 Mu?"
Allah ta'ala berfirman,
"Ingatkan Aku pada mereka, agar mereka hanya ingat kebaikan dari Ku"

Di antara permohonan terbaik kepada Allah adalah memohon cinta Nya, cinta orang yang mencintai Nya, dan mencintai semua amalan yang dapat mendekatkan diri kepada cinta Nya.

"Ya Allah aku memohon kepada Mu cinta Mu dan cinta orang2 yang mencintai Mu, serta mencintai semua amalan yang dapat mendekatkan aku kepada cinta Mu."

"Ya Allah, apa yang Engkau anugerahkan kepadaku dari apa2 yang kucintai, maka jadikanlah itu sebagai kekuatan bagiku tentang apa yang Engkau cintai. Dan Apa-apa yang Engkau hindarkan (tahan) dari apa yang kucintai, maka jadikanlah itu sebagai kekosongan bagiku tentang apa yang Engkau cintai"

"Ya Allah, jadikanlah cinta Mu lebih kucintai dari keluargaku, hartaku, dan air yang dingin di kala kehausan"

"Ya Allah, buatlah aku mencintai Mu, mencintai para malaikat Mu, mencintai para nabi Mu, dan rasul Mu, dan mencintai hamba2 Mu yang sholeh. Jadikanlah aku sebagai orang yg mencintai Mu, mencintai para malaikat Mu, mencintai para nabi Mu, dan rasul Mu, dan mencintai hamba2 Mu yang sholeh."

"Ya Allah hidupkan hatiku dengan cinta Mu dan jadikanlah aku menjadi seperti yang engkau sukai"

"Ya Allah, jadikanlah aku mencintai Mu dengan sepenuh hatiku dan buatlah aku ridha kepada Mu dengan segenap upayaku"

"Ya Allah jadikanlah seluruh cintaku hanya untuk Mu, dan seluruh upayaku hanya untuk meraih ridha Mu."

Doa ini adalah tongkat penyangga kemah Islam, yang menjadikan Islam berdiri tegak. Ini juga merupakan hakikat dari syahadat la ilah illallaha wa anna Muhammadan rasulullah.

Orang yang menjalankan hakikat ini adalah,
"Dan orang2 yang memberikan kesaksiannya" (al-Ma'aarij: 33)



(1)Kaum hawary adalah para penolong Nabi Isa.

~Najwa Az Zahrah~
Taman Para Pecinta
Ibnu Qayyyim Al Jauziyyah

Minggu, 11 April 2010

Jika Cinta

Love Heart Pictures, Images and Photos
Salah satu Imam Mazhab, Muhammad bin Idris Asy-Syafi’I pernah menuturkan,

لو كان حبك صادقا لأطعته … إن المحب لمن يحب مطيع


Jika Cintamu Jujur….
Niscaya ‘kau ‘kan taati dirinya…

Karna sesungguhnya orang yang mencintai itu…

Akan sangat taat kepada orang yang dicintainya...[*]


Syair ini dikutip dari Imam Asy-Syafi’i oleh(a) محم...د بن أبي بكر أيوب الزرعي أبو عبد الله (masyhur dengan nama Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah) dalam kitab روضة المحبين ونزهة المشتاقين, cet. دار الكتب العلمية – بيروت ، 1412 – 1992, hal. 266
(b) : محمد بن أبي بكر أيوب الزرعي أبو عبد الله. Dalam kitab طريق الهجرتين وباب السعادتين, cet III (1414 – 1994) : دار ابن القيم – الدمام , hal. 444.
(c) anonim, dalam kitab مجمع الحكم و الأمثال, tidak tertulis halamannya.

Kasmaran, Dzamul Hawa

فما في الأرض أشقى من محب …
وإن وجد الهوى حلو المذاقتراه باكيا في كل حين …
مخافة فرقة أو لإشتياقفيبكي إن ناؤا شوقا إليهم …
ويبكي إن دنو خوف الفراقفتسخن عينه عند الفراق …
وتسخن عينه عند التلاق والعشق وإن استلذ به صاحبه فهو من أعظم عذاب القلب


Tidak ada di dunia ini yang lebih sengsara daripada seorang pencinta…
Meskipun ia ...merasakan manisnya cinta…
Kamu lihat dia menangis di setiap waktu…
Karena takut berpisah atau karena rindu…

Ia menangis karena rindu akan jauhnya sang kekasih…
Namun, bila kekasihnya dekat…Ia menangis karena takut berpisah…

Matanya selalu menghangat ketika terjadi perpisahan…
Matanya pun berkaca-kaca ketika pertemuan itu tiba…
Pelakunya memang merasakan kenikmatan…
Namun, sebenarnya…
Kasmaran itu merupakan siksa yang paling besar di hati…

[ lihat dalam: كتاب الجواب الكافي لمن سأل عن الدواء الشافي , karya محمد بن أبي بكر أيوب الزرعي أبو عبد الله (masyhur dengan nama Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah), hal. 151 ]


may Allah give us guidance with islam,أم حؤله هنونه

Sabtu, 03 April 2010

Di manakan tali cinta kita bergantung……………………………..????

Oleh Ustadz Abu Umar Al Maidani hafizhahullahu ta’ala

Cinta itu anugerah. Tak seorangpun menampiknya. Karena anugerah, maka cinta kerap datang secara tiba-tiba, bahkan seringkali tanpa si pemilik cinta menghendaki kehadirannya. Yah, betapa banyak di antara kita yang ‘menyesal’ karena lebih menyukai gudeg ketimbang burger. Tapi kecintaan pada makanan itu datang begitu saja.

Persoalannya, meski cinta datang tak terduga-duga, ia selalu punya alasan kenapa hadir dalam kehidupan nyata. Cinta selalu datang dari pipa saluran yang berbeda-beda, meski sumbernya adalah sama. Berbeda pipa, karena berbeda alasan. Masing-masing alasan menentukan kwalitas cinta. Bingung? Mari deh, kita simak penuturannya berikut ini.

Cinta, Selalu Punya Alasan

Kita boleh saja menukas, bahwa cinta itu menyerbu hati kita, tanpa kita pernah memintanya. Selain blind (buta), cinta juga blue (tak terduga-duga). Tapi kenyataannya, cinta selalu punya alasan ketika ia hadir di hati kita.

Okey, sebagai contoh, kita kembali ke soal makanan. Masyarakat Indonesia, meski kaya dengan beragam makanan, tapi miskin keragamam makanan pokok. Selain beberapa wilayah di tanah air yang memilih sagu atau jagung sebagai makanan pokok, umumnya masyarakat Indonesia hanya mengenal satu jenis makanan pokok: nasi.

Orang Cina sangat akrab dengan tiga jenis makanan pokoknya: Mie, Bakpao dan nasi. Yang manapun yang mereka santap, mereka tetap merasa bisa kenyang dengan nyaman.

Masyarakat Arab akrab dengan roti gandum, nasi dan makaroni sebagai makanan pokok.

Masyarakat Barat dan Eropa nyaman menyantap roti dan nasi sebagai makanan pokok.

Sebagian masyarakat Amerika Latin setidaknya akrab dengan dua jenis makanan pokok: Talas dan kacang merah.

Lalu, bisakah sebagai orang Indonesia kita mengatakan, “Kami dilahirkan, sudah sebagai penikmat satu jenis makan pokok saja. Cinta kami, hanya untuk nasi sebagai makanan pokok. No way untuk roti apalagi kacang-kacangan?”

Sebagai de facto, mungkin bisa. Secara de jure itu tak masuk akal.

Cinta kita kepada nasi sebagai makanan pokok tunggal, bukanlah semata-mata suratan. Tapi karena kita juga sengaja berprilaku ngotot, untuk sekali nasi tetap nasi. Untuk tak mau membiasakan diri menyantap jenis lain dari makanan pokok pengganti. Padahal, suka ada karena biasa. Witing trisna jalaran saka kulina. Nasi punya alasan kenapa ia menjadi primadona di lidah kita: karena kita yang mengundangnya secara sendirian dalam kehidupan makan kita.

Jadi, salah satu alasan cinta itu hadir: karena kita mengundang dan membiasakannya.

Orang yang cita-citanya tertuju pada dunia saja, urusannya akan Allah cerai beraikan, kemiskinan senantiasa terbayang di pelupuk matanya, sementara dunia yang mendatanginya hanya sebatas yang telah Allah tetapkan baginya saja. Dan Siapa saja yang cita-citanya tertuju pada akhirat, pasti Allah beri keteguhan pada kesatuan jiwanya, kekayaan selalu melekat dalam hatinya, sementara dunia justru mendatanginya secara pasrah.[1]”

Alasan-alasan Cinta

Cinta tentu punya banyak alasan untuk hadir di hati kita. Bila kita mau merenunginya, sungguh banyak keajaiban di sana.

Sebagian orang beralasan, bahwa ia mencinta calon isterinya dahulu, karena keindahan matanya. Siapa yang menyuruh dirinya untuk begitu peduli mencermati calon mempelainya sebegitu rupa?

Tentu ada latar belakang, kenapa ia begitu memuliakan mata. Sehingga cinta itupun ia betot untuk hadir, hanya karena keindahan sepasang mata.

Yah, bisa jadi ia membiasakan dirinya untuk meneliti berbagai jenis mata manusia. Yang hitam pekat bulatan tengahnya, yang bercampur biru warnanya, yang sering dibilang sebagai mata kucing, yang sipit, yang belo, yang sayu……yang ini dan yang itu. Mata, ternyata begitu banyak jenisnya.

Soal binatang kesayangan dia juga kerap menilai dari keindahan matanya. Itu sah-sah saja. Tapi selera itu tak muncul tiba-tiba.

Eh, ada seorang teman saya, yang menikahi calon isterinya dahulu, setelah mendengarkan kemerduan suaranya melantunkan ayat-ayat Allah…..

Selidik punya selidik, ternyata ia memang gemar membaca Al-Quran, sangat memerhatikan tajwid, tahsin dan makraj huruuf dalam bacaan Al-Quran. Maka seorang wanita shalihah, semakin bertambah nilainya hingga berkali-kali lipat, bila ketahuan bersuara indah dalam melantunkan ayat-ayat Allah.

Ehm, ada juga seorang teman yang menikahi wanita, setelah tahu sang calon isteri memiliki kemampuan bela diri yang memikat. Ternyata, ia sangat mengagumi tokoh Ummu Khalat dalam sejarah para Sahabat Nabi n. Seorang wanita bercadar, yang pernah ikut dalam peperangan sedemikian gagahnya. Nabi dan para Sahabat mengira ia seorang ksatria muslim yang tidak dikenal. Ternyata, ia adalah ‘pendekar’ muslimah bernama Ummu Khalat!

Alasan, atau dalam bahasa fiqihnya ‘illat, menjadi pencetus munculnya kesimpulan hukum. Cinta itu adalah hukum. Dan setiap hukum muncul bersama ‘illatnya. Apakah illat cintamu?

Ini, yang harus kita renungi baik-baik.

Alasan cinta atau ‘illat cinta, muncul dari pipa yang berbeda-beda. Ada pipa keyakinan atau ideologi. Ada pipa pergaulan atau sosial. Ada pipa wawasan dan ilmu pengetahuan atau science dan tsaqaafah. Ada juga pipa budaya, suku, keluarga, hobi, dan seterusnya.

Dari pipa manapun alasan cinta itu bermula, carilah kemenangan dengan agama sebagai basis powernya. Itulah salah satu yang dapat kita mengerti dari sabda Nabi n,

فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

Menanglah dengan memilih agamanya, maka “taribat yadaaka” (dirimu akan selamat dari cela).” [2]

Agama, dijadikan sebagai starting powernya. Dari wilayah itu sebagai basis kekuatan memilih, seseorang bisa meragamkannya sesuai dengan berbagai latar belakang yang dia miliki.

Ia bisa memilihnya melalui pipa hobi, kecendrungan, ilmu pengetahuan, atau apa saja. Selama itu tidak berlawanan dengan konsep agama, dan selama ia berjalan bersinergi dengan nilai-nilai agama dan keyakinan yang lurus, ia bisa menjadi alasan kehadiran cinta.

gantungan tali Cinta

ketika cinta itu datang dengan segala alasannya; dengan satu, dua, tiga atau sekian alasan berbeda-beda sekaligus, tentu ia hadir bukan menggantung di awang-awang.

Cinta mengalir dari endapan pandangan mata, pendengaran telinga, penciuman hidung, dan campuran berbagai nuansa rasa yang menumpuk di hati, lalu membentuk cita rasa baru yang unik dan mengejutkan. Itulah cinta,

Saat ia muncul, ia bergantung pada sesuatu yang menjadi kekuatan wujudnya. Kalau cinta itu muncul akibat kesamaan visi dan misi kehidupan, maka cinta itu akan luntur saat visi dan misi dua orang yang saling mencintai itu kemudian bertabrakan atau bersimpangjalan.

Kalau cinta itu muncul karena dorongan ambisi-ambisi duniawi tertentu, maka berkurangnya kwalitas dan kwantitas dunia yang direngkuh, akan membuat cinta itu kian lama kian kehilangan maknanya.

Namun, bila cinta itu bergantung pada perjalanan mengejar cinta Yang Maha Kuasa, Allah, Ar-Rahmaan Ar-Rahiem, maka cinta itu akan abadi, selama iman masih di kandung badan.

Abu Hurairah t meriwayatkan dari Rasulullah r,

“Ada se-orang laki-laki mengunjungi saudaranya di suatu kampung lain. Allah kemudian mengutus satu malaikat untuk mengawasi Madrajatahu[3]. Ketika sampai kepadanya, malaikat berkata,

“Anda mau ke mana?”

“Saya ingin mengunjungi saudaraku.” Jawabnya.

“Apakah ada sebab mendorong Anda untuk menziarahinya?”[4] Tanya malaikat itu lagi.

“ Tidak ada, selain aku mencintainya karena Allah.” Jawab orang itu pula.

Malaikat itu berkata, “Sesungguhnya saya adalah utusan Allah untuk Anda. Bahwa Allah I telah mencintai Anda sebagaimana Anda mencintai dia karena-Nya.”[5]

أَوْثَقُ عُرَى اْلإِيْمَانِ: أَنْ تُحِبَّ فِيْ اللهِ، وَتُبْغِضَ فِيْ اللهِ

“Pokok-pokok iman yang paling kuat adalah Anda mencintai karena Allah dan membenci karena Allah.”[6]

Maka, selidikilah terus menerus, di mana tali cinta kita bergantung. Betapa banyak orang yang kita cintai di dunia ini. Begitu berlimpah hal-hal dan sesuatu yang kita cinta di muka bumi ini. Di manakan tali cinta-cinta itu bergantung?

Apakah pada janji kehidupan dunia yang fana ini?

Apakah pada petuah dan nasihat manusia saja?

Apakah pada ambisi dan hasrat dunia semata?

Apakah pada fanatisme kekeluargaan, kesukuan dan kebangsaan saja?

Bila memang demikian, binasalah segala cinta yang ada. Karena segala sesuatu, selain Allah, pasti akan mengalami kebinasaan. Cepat atau lambat.

Di manakan tali cinta kita bergantung……………………………..????


[1] Diriwayatkan oleh Ibnu Majah, dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah nomor 949.

[2] Arti “Taribat Yadaak”, adalah bersentuhan dengan bumi. Itu merupakan bahasan kiasan yang artinya: membutuhkan. Ungkapan itu berwujud berita, tetapi artinya sebagai perintah. Lihat Fathul Bari IX : 38 – 39

[3] Jalannya

[4] “Tarubbuha” bermakna “berupaya memperbaikinya” dan “bangkit karenanya”

[5] HR. Muslim, No. 38, 4/1988

[6] HR. Ath-Thabrani dalam Mu’jam Al-Kabir, No. 11537; Ibnu Syaibah dalam Al-Iman, hlm. 110, dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, No. 1728


Penulis: Abu Umar Basyir

Artikel: www.salafiyunpad.wordpress.com